Home Budaya Singöh

Singöh

116
0
dennicandra.com

Bagi siapa pun waktu sangat berarti. Itulah sebabnya muncul ungkapan time is money atau waktu adalah pedang. Karena pentingnya waktu, hampir semua bahasa di dunia ini memiliki kosakata untuk menyatakan waktu.

Bahasa Indonesia, misalnya, mempunyai perbendaharaan kosakata tentang waktu yang tidak sedikit. Hari ini, besok, kemarin, lusa, dsb. meru­pakan kata-kata bahasa Indonesia yang saban hari kita dengar. Kata-kata tersebut sudah pasti memiliki arti, dan jika dikaitkan dengan budaya masyarakat penggunanya akan memiliki arti yang ‘khas’. Yang saya maksud ‘khas’ dalam tulisan ini berkaitan dengan perbedaan artinya jika dikaitkan antara satu bahasa dan bahasa lainnya.

Sebut saja dalam budaya masyarakat Jawa, misalnya. Bagi orang Jawa, besok bukan berarti hari sesudah hari ini, melainkan kapan-kapan atau untuk waktu yang tidak jelas.

Bahasa Aceh juga memiliki kekhasan yang seperti itu. Besok dalam bahasa Austronesia ini berarti singöh. Namun, singöh bagian sebagian dialek bahasa Aceh bukan berarti ‘besok’, melainkan ‘kapan-kapan’ atau ‘tidak jelas waktunya’. Jadi, jika Anda bertanya, “Pajan kajak u rumoh lôn?”, lalu dijawab “Singöh tajak”, sebaiknya Anda jangan menunggu besok karena belum tentu dia akan datang.

Singöh baru bermakna ‘benar-benar besok (hari sesudah hari ini)’ apabila disertai kata meungöh atau beungöh sehingga menjadi singöh meungöh atau singöh beungöh. Kata ini jika diartikan per kata adalah singöh ‘besok’ dan meungöh, beungöh ‘pagi’. Bila dirangkaikan, bermakna besok pagi.

Namun makna dalam bahasa Indonesia seperti itu, jelas-jelas tidak sama dengan maknanya ‘sebenarnya’ dalam bahasa Aceh.

Dalam konteks kata singöh meungöh (beungöh), beungöh atau meungöh belum tentu pagi, bisa saja dari pagi sampai sore. Artinya, meskipun singöh meungöh sudah jelas besok, bukan berarti besok yang dimaksud adalah besok pagi. Bisa saja maksudnya pagi, siang, sore.

Berdasarkan kenyataan itu, jika ada orang mengatakan, “Singöh meungöh (beungöh) lôn kujak u rumah kah, jangan buru-buru menafsirkan yang bersangkutan akan datang besok pagi, bukan siang atau sore. Ini karena kata tersebut bermakna ‘batas waktu mulai dari pagi sampai dengan sore’. Bisa jadi orang itu akan datang besok pagi, besok siang, besok sore, yang jelas dia akan datang, tetapi singöh meungöh.

Lalu, apa kata yang digunakan untuk mengungkapkan waktu besok pagi dalam bahasa Aceh? Dalam hal ini ada beberapa alternatif yang sering digunakan oleh penutur bahasa Aceh. Pertama, singöh meungöh disertai oleh angka yang menyatakan waktu, misalnya singöh meungöh poh 8, singöh meungöh poh 10, singöh meungöh poh 11.

Alternatif kedua adalah dengan mengulang kata beungöh sehingga menjadi singöh beungöh-beungöh. Namun, kata ini khusus untuk besok pagi-pagi sekali. Kalau untuk pagi-pagi buta, kata yang digunakan singöh beungöh-beungöh that.

Terakhir, cara yang digunakan adalah dengan menempatkan kata beungöh di awalnya sehingga menjadi beungöh singöh. Kata ini sudah jelas bermakna besok pagi, bukan besok siang atau besok sore.[]