Hasil Referendum Crimea Bikin Muslim Tatar Resah

PARA pemimpin Crimea menyatakan hasil referendum menunjukkan 96 persen warga Crimea mendukung pemisahan dari Ukraina untuk bergabung ke Rusia. Negara-negara Barat telah menyebut referendum ini ilegal dan akan memberikan sanksi.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah berbicara kepada Presiden Rusia Vladimir Putin terkait referendum tersebut. Obama mencetuskan, pemerintah AS dan negara-negara sekutu Eropa siap menerapkan sanksi-sanksi tambahan terhadap Moskow karena melanggar wilayah kedaulatan Ukraina.

Sementara itu hasil polling ini disambut gembira sebagian besar warga Crimea. "Hidup Putin, dia hebat, presiden hebat!" seru Olga Pelikova (52) seperti dilansir AFP, Senin 17 Maret 2014.

Warga Crimea lainnya berharap dengan bergabung ke Rusia, mereka akan ikut merasakan kemakmuran negeri itu yang bersumber dari cadangan minyaknya. Warga Crimea memasang kembang api untuk merayakan hasil referendum ini.

Namun bagi banyak etnis minoritas muslim Tatar, hasil referendum ini membuat takut mereka. Warga muslim Tatar khawatir akan kembali mengalami penindasan yang dialami mereka selama berabad-abad di bawah pemerintahan Uni Soviet. Jumlah warga muslim Tatar yang mencakup 12 persen populasi Crimea, telah memboikot referendum tersebut.

"Ini tanah saya. Ini tanah para leluhur saya. Siapa yang menanyakan apakah saya menginginkannya atau tidak?" tutur Shevkaye Assanova, wanita Tatar berumur 40-an tahun.

"Seumur hidup saya, saya akan mengutuk mereka yang mendatangkan orang-orang tersebut (Rusia) ke sini. Saya tidak mengakui ini sama sekali," cetusnya.[] sumber: detik.com

  • Uncategorized

Leave a Reply