Hari Ini, Sejarah Gugurnya Lawrence of Arabia

Hari ini, di tanggal yang sama pada 77 Tahun lalu, seorang arkeolog besar meninggal dunia. Namanya, Thomas Edward Lawrence. Ia meninggal pada 19 Mei 1935.

Lawrence dikenal sebagai arkeolog yang berperan besar dalam infiltrasi Inggris di negara-negara Arab. Sejak muda, ia sangat meminati bidang arkeologi. Pada tahun 1910 hingga 1914 ia bekerja sebagai asisten dalam proyek arkelogi yang dilakukan museum Inggris di sungai Eufrat.

Dalam proyek tersebut, Lawrence bertanggung jawab mengkoordinasi para pekerja lokal. Lawrence kemudian bekerja di badan intelijen militer Inggris di Kairo, saat perang Dunia I meletus. Ia menjadi ahli di bidang gerakan nasionalis Arab di wilayah kekuasaan Turki Ottoman, yang meliputi Syria, Lebanon, Israel, Jordan, and the Hedjaz region of Saudi Arabia.

Lawrence lahir pada 16 Agustus 1888. Sebagai putra terbaik Ingris, ia sempat menjadi perwira Angkatan Darat di Inggris. Lawrence juga dipercayakan bertugas sebagai juru bicara tentara Inggris dengan para pemimpin gerakan kebebasan Arab yang ingin memisahkan diri dari Turki.

Pada 1910, Lawrence memulai penelitian pascasarjananya dalam tembikar abad pertengahan dengan Demy Senior di Magdalen College, Oxford. Namun, itu ia tinggalkan setelah ia ditawari kesempatan untuk menjadi seorang arkeolog dan akan berlatih di Timur Tengah. Lawrence adalah seorang poliglot yang bisa berbicara bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Latin, Yunani, Arab, Turki dan Syria.

Oleh karena itu, kendati lahir di Inggris, Lawrence sangat berperan besar dalam memprovokasi bangsa Arab untuk melawan Turki yang meguntungkan Inggris dengan lemahnya Ottoman. Lawrence juga memiliki peran besar dalam pengangkatan Raja Faisal di Syria, Raja Abdullah di Yordan, dan Raja Abdul Aziz di Arab.

Pengalamannya malang-melintang di dunia Arab dituangkan Lawrence dalam buku berjudul “Tujuh Pillar Kebijaksanaan”. Ia pun dijuluki dengan Lawrence of Arabia. | dari berbagai sumber

  • Uncategorized

Leave a Reply