Harga bawang tinggi, ini kata Dinas Pertanian Aceh

DINAS Pertanian Tanaman Pangan dan Hotikultura Aceh mengatakan dua hal yang menyebabkan langkanya bawang di Aceh dalam sepekan ini.

Kepala Seksi Peningkatan Produksi Buah-buahan, Sayur dan Tanaman Obat di dinas tersebut, Aryati Silmi mengatakan yang pertama adalah berkurangnya produksi bawang di Aceh.

Menurut Aryati, sentra produksi bawang merah di Aceh ada di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. “Kalau iklim bagus produksi mencapai 7 ton setiap panen. Tapi kalau kondisi seperti sekarang produksinya juga turun sehingga pasokan barang juga langka di pasarang,” kata Aryati yang dijumpai ATJEHPOSTcom di kantornya, Jumat 15 Maret 2013.

Aryati juga mengatakan pasokan bawang dari luar Aceh yang berkurang juga menjadi penyebab tingginya harga bawang di Aceh.

“Biasanya untuk memenuhi permintaan bawang di Aceh, pasokan dari luar adalah alternatifnya. Dari Medan, dan dari Brebes Jawa Timur, misalnya. Cuma masalahnya, produksi bawang di sana juga sedang langka oleh sebab iklim yang tidak memadai. Itulah penyebabnya. Hal ini pun ditambah lagi dengan berkurangnya pasokan bawang impor dari luar negeri,” kata Aryati.

Aryati menjelaskan sejak adanya aturan Rekomendasi Import Produk Hortikultura (RIPH), pasokan barang dari luar negeri untuk menutupi kekurangan produksi dalam negeri, seperti bawang, jadi berkurang.

“Kurangnya produksi bawang dalam negeri oleh sebab gagal panen dan terbatasnya impor bawang adalah penyebab langkanya bawang di Aceh, juga di daerah-daerah lainnya,” kata Aryati. [](ma)

  • Uncategorized

Leave a Reply