Gugat Pilkada Aceh Tengah ke MK, Pemohon Siapkan 727 Bukti Pelanggaran

TAKENGON – Tiga pasangan Kandidat Bupati-Wakil Bupati Aceh Tengah telah resmi melayangkan gugatan atas hasil pilkada di dataran tinggi Provinsi Aceh itu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sebagai penguat ggatan, mereka juga telah menyiapkan727 bukti pelanggaran yang terjadi selama penyelenggaraan Pilkada Aceh Tengah.

Ketiga pasangan pemohon gugatan itu adalah Iklil Ilyas Leube/ Muhammad Ridwan (nomor urut 7), Mahreje Wahab/Nasri Lisma (Nomor urut 11) dan Muslim Ibrahim/Azzama (nomor urut 5). Mereka melakukan gugatan karena menilai Pilkada Aceh Tengah tak berjalan sebagaimana mestinya.

Ketua Tim Pemenangan Calon BupatiIklil Ilyas Leube-Muhammad Ridwan, Mukhlis, mengatakan dari 727 bukti pelanggaran yang telah disipkan, antaranya pelanggaran administratif, pidana pemilukada, money politic, dan pidana murni.

"Dari 727 pelanggaran yang telah di kumpulkan tersebut, tidak semuanya didaftar ke MK kerena terlalu banyak," kata Mukhlis melalui siaran persnya, Kamis, 24 Mei 2012.

"Materi keberatan dan gugatan yang diajukan lebih terfokus ke pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis, dan massive. Pelanggaran dimulai jauh hari sebelum penetapan bakal calon menjadi calon, masa kampanye, hari H, perekapan suara lima Kecamatan, dan rekapitulasi Kabupaten di Mapolres Aceh Tengah," beber Mukhlis.

“Keberatan perselisihan hasil Pilkada Aceh Tengah telah di daftar ke MK dengan tanda terima perkara nomor : 541 – 0 / PAN. MK / V / 2012."

Ia juga menilai penegakan hukum di Aceh Tengah masih relatif buruk, sehingga "membunuh" semangat demokrasi bersih yang telah tumbuh di Aceh Tengah.

"Dari 42 kasus pelanggaran pilkada yang diajukan ke panwaslu, hanya 21 kasus yang di teruskan ke Kepolisian Aceh Tengah, dan dari 21 kasus tersebut tidak satu pun dilimpahkan ke kejaksaan," ujar Mukhlis.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply