Gubernur Zaini Diminta Utamakan Kepentingan Publik Daripada BUMA

GUBERNUR Aceh, Zaini Abdullah diminta untuk terus meningkatkan kesejahteraan dan lebih mengutamakan kepentingan publik ketimbang kerabatnya. Hal ini disampaikan akademisi Fisipol Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon, Purnawira Dade, menyikapi sikap Gubernur Zaini yang ngotot menganggarkan Rp 200 miliar lebih untuk Badan Usaha Milik Aceh (BUMA).

"Sebenarnya sudah sewajarnya Gubernur mendahulukan kepentingan publik dulu ketimbang menganggarkan kepada BUMA," ujarnya kepada ATJEHPOST.co via telepon seluler, Sabtu, 17 Januari 2015.

Ia menilai dana yang dikucurkan untuk BUMA diduga sarat dengan praktik KKN. Pasalnya, selama ini output BUMA terhadap masyarakat Aceh masih belum ada sehingga menimbulkan respon negatif dari publik.

"Apalagi kita juga sudah tahu siapa-siapa aktor yang menjabat di lingkaran BUMA, contohnya PT. Investa dan PDPD itu siapa? Jadi patut dipertanyakan apa tujuan gubernur menganggarkan dana ke BUMA tersebut. Itulah sebabnya kenapa DPRA tidak setuju dengan usulan Gubernur yang lebih memprioritaskan kepentingan publik," ujarnya lagi.

Sementara itu, Purnawira juga mengapresiasi kinerja dan peran DPR Aceh tetap konsisten yang ingin memprioritaskan pembangunan publik seperti pembangunan irigasi, jalan tembus, serta subsidi listrik gratis bagi masyarakat miskin. Menurutnya sikap tegas yang dilakukan DPRA tersebut mencerminkan wujud kepedulian dan komitmennya dalam meningkatkan taraf kesejateraan bagi seluruh rakyat Aceh.

"Saya harap Gubernur Aceh lebih peka terhadap nasib rakyat Aceh sebab dengan cara memprioritaskan kepentingan publik seperti yang diusulkan DPRA mampu memperbaiki semua taraf perekonomian rakyat menjadi lebih baik lagi," ujarnya.[] 

  • Uncategorized

Leave a Reply