Gubernur Zaini Diminta Menghargai Mualem

BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon menyayangkan sikap Gubernur Aceh, Zaini Abdullah yang mereduksi kewenangan Wakil Gubernur.

"Seharusnya Gubernur dan Wakil Gubernur punya peran dan tanggungjawab sesuai tupoksinya masing-masing, artinya kewenangan itu bisa diserobot seenak hati," ujar Raunal Mahfud, Ketua BEM UGP kepada ATJEHPOST.co via telepon seluler, Rabu, 12 November 2014.

Menurutnya, Gubernur Zaini selaku tampuk pemegang kebijakan sentral di Aceh juga harus menghargai serta mengedepankan rasa saling percaya dengan Wakil Gubernur Aceh. Pasalnya, Aceh tidak akan maju dan sejahtera bila kedua tokoh dalam birokrasi Pemerintahan Aceh tidak kompak.

Ia berharap agar Gubernur Zaini dan Wagub Mualem saling berbagai tugas dan wewenangnya masing-masing, supaya mampu menciptakan keharmonisan serta sinkronisasi dalam pemerintah.

“Jika semua wewenang diambil alih oleh Gubernur bagaimana dengan posisi Wakil Gubernur yang bisa mewakili serta membantu melengkapi tugas Gubernur. Apalagi keduanya ini sama-sama diusung dalam satu paket dari Partai Aceh,” ujarnya lagi.

Menurutnya, segala hak dan tanggungjawab Wakil Gubernur Aceh haruslah dikembalikan mengingat masa Pemerintahan Aceh di bawah payung Zikir sudah dua tahun.

“Ini yang seharusnya diprioritaskan terlebih dahulu untuk mengevaluasi setiap kinerja dalam birokrasi pemerintahan. Apalagi dalam aturan UUPA sangat jelas disebutkan apa tugas dan wewenang Gubernur maupun Wakil Gubernur Aceh,” katanya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply