Gubernur Zaini Buka Rakor Pendidikan Aceh

GUBERNUR Aceh Zaini Abdullah meminta stakeholder dan pegiat pendidikan Aceh agar fokus dan terus mencari format ideal guna meningkatkan mutu pendidikan Aceh. Tujuannya, agar ke depan permasalahan klasik tidak lagi terjadi di Aceh.

“Untuk itu pada pertemuan ini, kita akan mencoba mengurai benang kusut pendidikan Aceh, untuk kemudian kita cari jalan keluar terbaik untuk menyelesaikannya,” ujar Gubernur Zaini, dalam pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan Aceh 2014, yang digelar di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Selasa 16 September 2014.

Menurut Gubernur, ada beberapa masalah yang saat ini melanda dunia pendidikan Aceh, antara lain, sebut Zaini adalah soal kualitas dan daya saing pendidikan yang masih rendah serta efisiensi dan efektivitas penggunaan dana(tatakelola) pendidikan di Aceh mengingat dana untuk program ini cukup besar. Selain itu, tambah Gubernur,sistem pendidikan terpadu di berbagai daerah juga belum berjalan dengan baik.

“Soal pemerataan mutu juga menjadi hal serius yang kita hadapi, meski akses pendidikan sudah ada di seluruh wilayah Aceh,” ujarnya.

Terkait Pendidikan Islami, Gubernur Zaini juga mengakui, pelaksanaannya belum berjalan maksimal. “Sejak awal kita sepakat meletakan Dinul Islam sebagai fondasi dasar Pendidikan Aceh, pada kenyataanya Dinul Islam ini masih diabaikan. Karena itu masalah ini perlu kita bahas kembali untuk memperkuat pendidikan moral di kalangan pelajar Aceh,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga meminta keseriusan stakeholder pendidikan dalam mengembangkan berbagai program pendidikan daerahnya, termasuk memanfaatan dana Otsus, Migas dan dana BOS yang tepat sararan, juga melaksanakan pembangunan sarana laboratorium yang sesuai dengan spesifikasi teknis. 

“Harus serius ya. Para stakeholder pendidikan di Aceh harus berpikir serius mencari penyelesaian yang tepat untuk menuntaskan masalah pendidikan ini, sehingga ke depan pendidikan Aceh berjaya,”ujarnya lagi.

Pembukaan Rapat Koordinasi Pendidikan Aceh tahun 2014 ini turut dihadiri, Para Bupati/Walikota se-Aceh, Para Ketua DPRK se Aceh, Ketua MPD Aceh, Ketua MPU dan Ketua MAA, Rektor Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan unsur Perguruan Tinggi Aceh, Kadis Pendidikan Kabupaten/Kota, jajaran SKPA dan SKPK terkait.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply