Gubernur Aceh: Persatuan Negara Tanggung Jawab Bersama

Gubernur Aceh: Persatuan Negara Tanggung Jawab Bersama

BANDA ACEH – Gubernur Aceh mengatakan bahwa tujuan program Bela Negara bukan hanya untuk mempertahankan negara melawan musuh, tetapi juga menanamkan rasa tanggung jawab dan semangat kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal ini disampaikan Gubernur Aceh dalam kata sambutan yang dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Dr. Iskandar A. Gani, saat menutup kursus singkat Mobile Manajemen Pertahanan Negara di Aula Gedung Serbaguna Setda Aceh, Jumat, 5 Juni 2015.

Dalam sambutannya, Gubernur Aceh mengatakan ada banyak hal yang dapat menganggu persatuan dan kesatuan sebuah bangsa. Salah satunya adalah globalisasi, dimana nilai kapitalisme dan liberalisme telah melunturkan semangat gotong royong dan tradisi ketimuran yang dianut selama ini.

“Kita membutuhkan peran semua pihak untuk lebih peduli terhadap pengaruh globalisasi ini demi terciptanya NKRI yang mandiri dan berdaulat,” kata Gubernur.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur berharap para peserta dapat menyebarkan semangat bela negara yang didapatkan dari kursus tersebut kepada masyarakat demi keutuhan NKRI.

”Rakyat yang kuat dan bersatu menjadi fondasi utama terbentuknya pemerintah yang kuat, sehingga program pembangunan berbasis rakyat dapat berjalan dengan efektif,” kata Zaini.

Sementara itu, perwakilan dari Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Jan Pieter Ate mengungkapkan selama mengikuti kursus, beliau banyak belajar tentang kearifan lokal masyarakat Aceh yang menurutnya sangat bermanfaat dan berguna bagi semua peserta.

“Kursus ini dilaksanakan di Aceh agar bisa mendengarkan langsung bagaimana pendapat masyarakat tentang bela negara dan menambah wawasan peserta tentang manajemen pertahanan negara,” katanya.

Kursus yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan RI berkerjasama dengan Pemerintah Aceh dan Kodam Iskandar Muda tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari unsur TNI/Polri, pejabat Pemda, pemuka agama, pemuda, tokoh adat, organisasi masyarakat (Ormas), dan LSM.[]

Leave a Reply