Granat Senapan Terjang Tujuh Warga, Satu Tewas

Tragis. Begitulah gambaran peristiwa yang menimpa satu keluarga di Gampong Jeungki, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, Jumat (4/7) malam. Satu granat lontar atau granat senapan meledak saat diutak-atik oleh Yusrizal (22) sehingga korban langsung tewas dengan anggota tubuh terputus dan tercabik-cabik. Enam lainnya anggota keluarga Yusrizal juga menjadi korban.

Kasus itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB ketika di masjid dan meunasah sedang shalat tarawih. Di tengah keheningan suasana malam Ramadhan itu, Yusrizal memiliki kesibukan sendiri di rumah orang tuanya. Dia mengetuk-ngetuk satu benda asing yang ditemukan seminggu lalu di areal kebun sawit milik Sofyan (50) di kawasan desa tersebut. Aparat keamanan mengidentifikasi benda itu adalah anak pelontar atau yang sering disingkat TP.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Muhajir kepada Serambi mengatakan, benda asing yang diduga jenis tabung pelontar atau granat senapan sisa-sisa konflik itu diamankan oleh Yusrizal ke rumah orang tuanya, Abdullah Hanafiah (50) di Gampong Jeungki. Kemudian, pada Jumat malam itu, Yusrizal disebut-sebut berusaha membuka benda itu dengan menggunakan palu sehingga meledak. “Korban tewas di tempat dengan kaki dan tangan putus. Ledakan itu juga membuat enam anggota keluarga lainnya menjadi korban terkena serpihan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit,” kata Kapolres Muhajir.

Kesaksian Ikram (18) yang merupakan tetangga korban, sekitar pukul 20.30 WIB terdengar suara ledakan yang cukup kuat dan dia segera menuju ke arah suara ledakan untuk memastikan apa yang terjadi. Ikram terperanjat ketika melihat di dalam rumah tersebut korban Yusrizal berlumuran darah, dan anggota keluarga lainnya berteriak minta tolong. “Saya tak berani langsung membantu tetapi saya langsung berteriak memanggil warga lainnya,” kata Ikram.

Hasil olah TKP dan keterangan yang dihimpun pihak kepolisian dari adik kandung korban bernama Mulitun Munawarah (19), menjelang kejadian itu Munawarah melihat langsung abangnya duduk di kursi sambil memukul-mukul benda dengan kampak ke lantai semen. Tak lama berselang, peristiwa maut itu pun terjadi.

Hingga kemarin, korban luka-luka masih dirawat di RSUD Idi sedangkan jenazah Yusrizal sudah dikebumikan. Korban luka-luka masing-masing Razali (32), Sakdiah (60), Husniati (16), Nidaul Aula (5), Nur Fajriah (26), dan Laifa Alkhalis (2).

  • Uncategorized

Leave a Reply