Ghazali Abbas Serap Aspirasi di ALA ABAS

Ghazali Abbas Serap Aspirasi di ALA ABAS

BANDA ACEH – Senator DPD RI asal Aceh, Ghazali Abbas Adan, berkunjung ke sejumlah kabupaten/kota di wilayah ALA ABAS. Kegiatan ini bertujuan untuk mendengar dan menyerap aspirasi serta masukan-masukan dari masyarakat di daerah pesisir Aceh.

Start reses Ghazali Abbas ke daerah ALA ABAS di mulai dari Aceh Jaya dan berakhir di Aceh Tenggara.

“Reses ketiga ini saya sengaja mengunjungi daerah pantai barat selatan atau yang sering di sebut wilayah ALA ABAS dan ternyata masyarakat di sana sangat-sangat memerlukan perhatian dari pemerintah, baik pemerintah Aceh dan terlebih lagi dari Pemerintah Pusat. Beda daerah, maka beda pula permasalahannya. Saya berharap pemerintah mau memperhatikan nasib mareka di sana supaya pembanguna di sana sama dengan daerah-daerah lain di Aceh,” kata Ghazali Abbas Adan, Selasa 5 Mai 2015.

Ghazali Abbas menceritakan ketika tiba di Aceh Jaya, ia disambut oleh Wakil Bupati Teungku Maulidi yang didampingi Sekda dan Ketua DPRK. Di antara aspirasi yang mareka sampaikan adalah masalah operasional tambang rakyat yang terkendala izin dari Kementerian Kehutanan, karena mencaplok hutan industri, juga penertiban HGU-HGU yang tidak dioperasionalkan oleh pemiliknya serta penyelesaian jalan tembus Lamno-Jantho yang sampai saat ini belum selesai.

Sementara Wakil Bupati Aceh Barat, Rachmat Fitri, menyampaikan tentang proses penyelesaian irigasi Lhok Guci, sebab sudah 3 tahun anggaran untuk irigasi tersebut tidak dianggarkan dalam APBN.

Selanjutnya, kata Ghazali Abbas dalam kunjungan ke Abdya, Bupati Jufri Hasanuddin meminta kepada dirinya untuk memberi pemahanman dan penjelasan kepada Mendagri RI agar dana hibah untuk masjid dan meunasah tidak lagi dicoret. Ini karena Aceh berlaku syariat Islam sehingga perlu alokasi dana yang besar untuk fasilitas ibadah. Bupati juga mengapresiasi atas alokasi dana dari pusat untuk Aceh sebesar Rp1,7 triliun dalam APBN Perubahan 2015.

“Saya juga diminta untuk menjadi khatib dan mengisi khutbah Jumat di Masjid Taqwa Abdya serta ceramah dan dialog dengan masyarakat Gampong Pawoh di Kecamatan Susoh Abdya,” kata Ghazali Abbas.

Menjelang hari-hari berakhirnya reses, Ghazali Abbas mengunjungi Kota Subulussalam, Aceh Singkil dan Aceh Tenggara.

Di Kota Subulussalam, kedatangan Ghazali Abbas disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Damhuri, Ketua DPRK Heriansyah Munthe dan Wakil Ketua DPRK serta perwakilan ulama dan tokoh masyarakat. Dalam pertemuan tersebut Sekda menyampaikan capaian pembangunan yang telah dicapai oleh Kota Subulussalam, seperti predikat WTP selama 3 tahun berturut dan pembangunan infrastruktur di pedesaan, serta kendala-kendala yang dihadapinya. Sekda juga mengharapkan untuk membantu proses keluarnya izin pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) yang proposal sudah di Kementerian Agama.

“Di Subulussalam saya juga menziarahi Makam Syeikh Hamzah Fansuri, mengunjungi salah satu pabrik pengolahan CPO, mengisi pengajian di Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Subulussalam, dan berdialog dengan Guru Honorer K2 Kemenag di Masjid Dewan Da’wah Subulussalam,” kata Ghazali.

Sementara itu Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Manik, SH, dalam pertemuan dengan Ghazali Abbas menyampaikan daerahnya saat ini memerlukan alokasi anggaran untuk pembelian alat-alat kesehatan dalam rangka mengup-grade RSUD dari type C menjadi type B. Juga sarana air bersih, sarana perumahan untuk warga transmigrasi dan gedung sekolah menengah. Pertemuan yang berlangsung di Pendopo tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati, Ketua DPRK, Sekda dan jajaran SKPK.

Dalam reses terakhir di Aceh Tenggara, Wakil Bupati H. Ali Basrah SPd MM berharap ada peluang alokasi dana dari pusat untuk penyelesaian pembangunan Masjid Agung yang sampai saat ini belum siap dikerjakan.

“Fokus utama kedatangannya saya kali ini adalah sesuai dengan tupoksi saya yang duduk di Komite IV DPD RI sebagai Wakil Ketua. Dimana salah satu tugasnya adalah berkaitan dengan keuangan, mengawasi penggunaan dana yang diberikan oleh pemerintah pusat dalam berbagai nama dan bentuk,” kataGhazali Abbas.

Selanjutnya, Ghazali Abbas Adan menambahkan dalam posisi sebagai wakil dari daerah Aceh di pusat, apa saja yang menjadi kendala pemerintah kabupaten/kota di Aceh dengan pemerintah pusat, dia bersedia untuk memfasilitasi dan membantu semaksimal mungkin sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya.

“Khususnya berkaitan dengan bidang saya dengan mitra kerja Menteri Bappenas, Menteri Keuangan, BPK, OJK, Menteri Koperasi dan UKM serta Badan Pusat Statistik. Perlu juga saya sampaikan bahwa di pusat ada 17 orang wakil dari Aceh yang tergabung dalam Forbes Aceh. Jadi dengan Forbes ini kita bisa bersama-sama saling mendukung dan membantu pemerintah kabupaten/kota di Aceh,” kata Ghazali.[] (mal)

Leave a Reply