GeRAK: Mantan Wagub Aceh Tarik Dana Kerja Atas Nama Pribadi

GeRAK: Mantan Wagub Aceh Tarik Dana Kerja Atas Nama Pribadi

BANDA ACEH – Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani, merilis sejumlah fakta penyimpangan penggunaan dana kerja mantan Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar, Rabu, 15 April 2015. Berdasarkan hasil investigasi lembaga anti rasuah tersebut, ternyata banyak penerima bantuan di lapangan tidak mendapatkan sesuai anggaran yang dicairkan.

“GeRAK mencatat beberapa hal modus operandi yang dipakai untuk meraup keuntungan,” ujar Askhalani dalam konferensi pers di Banda Aceh, didampingi Kadiv Advokasi Korupsi GeRAK, Hayatuddin Tanjung, Rabu 15 April 2015.

Menurut Askhalani, sejatinya tujuan pengalokasian anggaran dana kerja gubernur dan wakil gubernur saat itu untuk menjaga tingkat kerawanan dan sosial ekonomi, dinamika politik, pemerintahan serta ketentraman masyarakat pasca konfilik dan bencana alam. Padahal dana kerja tersebut telah direstui oleh Kementerian Dalam Negeri yang tertuang dalam surat No. 580/10/SJ pada 5 Januari 2009 lalu tentang penambahan kode rekening. Selain itu, penggunaan dana tersebut juga sudah dituang dalam laporan dana kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh dalam Surat Keputusan Kementerian Dalam Negeri No. 900/397/BAKD tanggal 17 Juni 2009, tentang penjelasan laporan pertanggung jawaban dana tersebut.

“Faktanya ditemukan adanya perbedaan proses pertanggungjawaban dan mengarah kepada indikasi tindak pidana korupsi,” ujar Askhalani.

Askalani mengatakan GeRAK Aceh juga menemukan adanya penyaluran dana kerja fiktif kepada masyarakat dengan modus pemalsuan tanda tangan untuk mengamprah dana kerja wakil Gubernur Aceh tersebut.

“Wakil Gubernur Aceh kala itu dan ADC serta PNS yang membantu penarikan uang atas nama pribadi wakil gubernur dan ADC, menyalahi aturan dan tidak bisa diyakini kewajaran pertanggung jawabannya,” katanya.[](bna)

Leave a Reply