Geng Motor Bersenjata Ekor Ikan Pari Beracun

POLEWALI MANDAR – Tiga anggota geng motor diamankan kepolisian dalam sebuah razia di Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin 23 April 2012 dini hari. Dari mereka polisi menyita beberapa senjata tajam berupa badik dan ekor ikan pari yang berbisa.

Geng motor itu terlibat aksi balapan liar di Jalur Lintas Barat Sulawesi, tepatnya di depan Pasar Sentral Kecamatan Campalagian. Tidak semua anggota geng motor terjaring operasi itu. Banyak yang berhasil kabur. Apalagi jumlah anggota geng motor jauh lebih banyak ketimbang jumlah aparat.

Ketiga pelaku yang tertangkap tangan membawa senjata tajam langsung diamankan petugas sebelum digelandang ke kantor polisi. Sementara barang bukti berupa badik dan ekor ikan pari berbisa disita petugas.

Inu, warga Kecamatan Campalagian, mengaku resah dan terganggu karena setiap malam ada balapan liar di kawasan itu. Dia berharap operasi penertiban yang dilakukan polisi tidak bersifat insidentil, seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya.

"Biasanya habis razia polisi, mereka (geng motor) berhenti. Tapi cuma sebentar, setelah itu mereka balapan lagi," kata Inu.

"Mudah-mudahan razia ini sifatnya permanen agar balapan liar ini bisa ditertibkan, Kalau petugas tidak serius saya kira akan kembali kambuh," kata Inu.

Balap liar ini kerap berlangsung setiap sore dan malam hari. Mereka beradu kecepatan di jalan raya hingga menjadikan kawasan itu rawan kecelakaan pagi pelaku dan pengendara jalan lain.

Lokasi ini menjadi pusat pertemuan geng motor dari berbagai tempat, termasuk dari Kabupaten Majene. Mereka bertaruh uang dengan nilai mencapai jutaan rupiah. Tak heran bila kawasan ini mirip pasar malam aktivitas judi dari para anggota geng motor.

Sebetulnya warga sudah lama resah dan mengeluhkan ulah para geng motor yang mengganggu ketenangan warga dan para penggguna jalan. Sejak kawasan ini menjadi pusat pertemuan anggota geng motor, jumlah kecelakaan lalu lintas di lokasi ini sudah tak terhitung baik menimpa anggota geng motor maupun para pengguna jalan lainnya.|Sumber: kompas

  • Uncategorized

Leave a Reply