Gempa di Pakistan tewaskan 208 orang

JUMLAH korban tewas dalam bencana gempa bumi berkekuatan 7,7 skala richter (SR) di Pakistan kian bertambah. Menurut laporan juru bicara Pemerintah Daerah Balochistan, korban tewas mencapai 208 orang.

Kantor berita BBC, Rabu 25 September 2013 melansir jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah. Selain korban tewas, sedikitnya 340 orang mengalami luka-luka.

Menurut kesaksian warga, gempa yang terjadi pada Selasa sore kemarin berlangsung sangat cepat namun berkekuatan dahsyat. Getarannya terasa hingga ibukota Karachi, kota Hyderabad dan ibukota India, New Delhi.

Ribuan rumah di Distrik Balukistan dilaporkan ikut hancur karena terkena goncangan gempa. Menurut pejabat berwenang setempat, Abdul Rasheed Baluch, hampir 90 persen rumah hancur. Rata-rata merupakan rumah yang terbuat dari lumpur.

"Hampir semua rumah lumpur hancur. Saat ini kami sibuk menyelamatkan warga yang terkena reruntuhan gempa sejak kemarin malam. Kami khawatir akan menemukan lebih banyak lagi jenazah di bawah reruntuhan bangunan pada siang hari," ungkap Baluch.

Korban tewas dilaporkan berasal dari Labach yang berada di pinggiran utara kota Awaran. Warga di daerah itu diketahui memang tinggal di rumah lumpur dan menolak bermukim di bangunan permanen. Menurut laporan reporter BBC, Shahzeb Jillani, kalau pun ada bangunan permanen di daerah itu, maka biasanya digunakan sebagai rumah pejabat pemerintah.

Lebih dari seribu pasukan akan dikirim ke lokasi gempa untuk mendistribusikan bantuan, termasuk tim medis.

Juru bicara pemerintah Balukistan, Jan Buledi, menyampaikan saat ini fasilitas medis sangat dibutuhkan di beberapa lokasi gempa. "Kami sangat kekurangan fasilitas medis dan tidak ada tempat untuk merawat korban luka seperti RS lokal," ujar Buledi.[] sumber: viva.co.id

  • Uncategorized

Leave a Reply