Home Gaya Yelli Sustarina, Aktivis yang Peduli Orang Gangguan Jiwa

Yelli Sustarina, Aktivis yang Peduli Orang Gangguan Jiwa

113
0

MENULIS dan jalan-jalan hobinya. Bernama lengkap Yelli Sustarina. Dara kelahiran Air Sialang, 20 Agustus 1992, ini tercatat sebagai mahasiswi profesi Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Tahun 2014, ia telah menamatkan sarjananya di kampus yang sama.

Yelli aktif diberbagai organisasi. Ia merupakan anggota Griya Schizofren (GS) Aceh 2015, Korps Suka Rela (KSR) Unit Markas PMI Banda Aceh 2014, Pemerintahan Mahasiswa Unsyiah (PEMA) dan Club MIPA Unsyiah 2011, serta Ikatan Mahasiswa Pelajar Samadua (IMPS), Himpunan Mahasiswa Air Sialang (HIPMAS), dan Forum Silaturahmi MAN Tapaktuan (FORSIMANTAS) 2010.

Selain mahasiswi aktif berorganisasi, anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu Keperawatan Unsyiah (HIMAKEP) ini juga telah terjun dalam dunia kerja. Tahun 2013, ia bekerja di Cost to Cost Library Language Centre Unsyiah, Bimbingan Belajar Cendikia serta sebagai staf pengajar Taman Pendidikan Alquran di As Sakinah dan Al Mukhaiiyarah, Darussalam Banda Aceh.

Berbagai seminar juga diikuti Yelli. Di antaranya, seminar tentang reproduksi, Hari Kesehatan Dunia, Hari Donor Darah Sedunia, dan Pelatihan Desain Grafis, Banda Aceh 2014. Ia juga pernah mengikuti Generation Change Workshop, Kepenulisan ‘Goresan Pena Untuk Dunia’, Valunteer on the Play Plus Indonesia 2013 serta Talkshow Kiat Menjadi Mahasiswa Sukses dan Berprestasi, Pelatihan Pembuatan Jurnal atau Karya Ilmiah, dan Seminar Nasional Keperawatan Maternitas dan Anak pada 2012.

Namun, di antara beberapa kegiatannya, Yelli banyak memiliki pengalaman saat berada di Griya Shizofren Aceh yang berhubungan dengan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa). Banyak ODGJ yang telah diselamatkan komunitas GS tersebut, karena ODGJ adalah orang yang berpotensi sembuh, namun tertimpa mentalnya kembali dikarenakan orang di sekitarnya.

Pernah suatu ketika, cerita Yelli, ia bertemu dengan ODGJ di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh, ketika ditelusuri alasan ODGJ itu masuk RSJ karena keluarga dan orang sekitarnya.

“Orang-orang dengan gangguan jiwa ini butuh motivasi, dukungan dan orang-orang yang men-support dan mendengarkan cerita tentang hidupnya. Karena sedikit sekali orang yang peduli pada mereka yang memiliki gangguan jiwa,” ujar Yelli saat dihubungi portalsatu.com, Rabu, 23 September 2015.[]