Mengintip serunya Social Enterprise Diageo – British Council Challenge

SUATU kebanggaan tersendiri bagi The Leader yang saya wakili terpilih menjadi salah satu peserta dari program British Council Social Enterprise Challenge 2015. Dari 180-an peserta yang mendaftar, terpilihlah 44 peserta yang selanjutnya mengikuti program lokakarya dan penjurian selama empat hari di Bandung. Acara dimulai dari tanggal 27 April hingga 1 Mei 2015.

Acara lokakarya yang diadakan di sebuah hotel berbintang empat di Bandung ini dibuat sangat menarik, jadi para peserta diberikan kesempatan belajar langsung dengan para ahli social enterprise yang sudah sukses di usahanya.

Baik yang berada di Bandung, ada juga yang diterbangkan langsung dari Bali, sebut saja Kang Zaini Alief dari Komunitas Hong, Pakar Permainan Anak Indonesia yang juga pemenang British Council Challenge 2010, Mas Yudhi Soerjoatmodjo, Produser Akhir Pekan @Museum Nasional, ada Mbak Nancy Margried dari Batik Faktal, Pak Suwar dari Yayasan Wisnu, Bali.

Dan kami para peserta ditantang untuk menyelesaikan kasus-kasus yang terjadi di Museum Subak Bali dan Selasar Sunaryo, Bandung. Belum lagi 44 peserta yang hebat-hebat, mulai dari Aceh hingga NTT.

Ada banyak cerita yang bisa dibagikan satu sama lain, jadi kami belajar bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi, baik di dalam usahanya maupun permasalahan yang kami hadapi di dalam masyarakat termasuk bagaimana caranya untuk berkerjasama dengan pemerintahan.

Menghadiri acara Social Enterprise Diageo – British Council Challenge membuat kami yakin dan tambah semangat, ternyata masih banyak orang baik di Indonesia dan kami tidak sendirian untuk melancarkan misi kami ke depan.

Dari 44 peserta akhirnya dipilih 11 peserta untuk mengikuti tahap Due Dilligent yang nantinya akan disurvey lapangan oleh pihak British Council. Diantaranya yang lolos, Denpasar Film Festival, Toraja Melo, Wanderlust, Friend of National Park, Bandung Creative City Forum, Wayang Beber, Pustaka C20, Aikon, dan Ruang Rupa.

Walaupun kami tidak terpilih sebagai usaha yang lolos untuk tahap Due Dilligent, tetapi ternyata The Leader ada posisi tersendiri di mata para juri, mereka mengatakan kalau mereka tahu bagaimana sulitnya kegiatan yang sedang kami rintis ini di Aceh dan mereka berjanji untuk terus memberi dukungan terhadap semua kegiatan yang kami kerjakan selanjutnya.[]

Hijrah Saputra adalah pendiri The Leader, berasal dari Sabang dan owner Piyoh Design.

Leave a Reply