Gaya Hidup Tak Sehat Pengaruhi Pola Tekanan Darah

Sebuah studi baru menjelaskan jika gadis remaja yang menggunakan pil KB dan remaja lelaki yang mengkonsumsi alkohol akan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Risiko yang sama juga dialami oleh mereka yang mengkonsumsi asupan garam berlebih dan memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi. Body Mass Index atau BMI merupakan ukuran lemak dalam tubuh berdasarkan berat badan dan tinggi seseorang.

Sedangkan tekanan darah tinggi atau hipertensi akan meningkatkan kemungkinan terserangnya penyakit jantung dan stroke.

Sebagaimana dilansir media Health Day News para peneliti melihat tekanan darah, mengkonsumsi alkohol, merokok dan tingkat aktivitas fisik serta penggunaan obat resep dan kebiasaan makan pada sekitar 1.800 remaja di Australia.

Dari observasi tersebut sekitar 24 % dari remaja tersebut memiliki pra-hipertensi atau hipertensi, 34 % mengalami kelebihan berat badan dan 38 % mengalami obesitas.

Sementara tekanan darah sistolik rata-rata (nomor teratas dalam pembacaan) di antara anak laki-laki adalah 9 mmHg, lebih tinggi dari tekanan darah anak perempuan pada umumnya. Bagi anak laki-laki, tekanan darah sistolik bisa dikaitkan dengan asupan garam, konsumsi alcohol dan BMI. Sedangkan aktivitas fisik berpengaruh pada tekanan darah diastolik atau angka bawah.

Sedangkan pada anak perempuan, konsumsi pil KB akan mempengaruhi tekanan darah. Tekanan darah sistolik mereka rata-rata 3,3 mmHg. Sedangkan konsumsi alcohol tidak ikut mempengaruhi tekanan darah anak perempuan.

Perbedaan utama dalam tekanan darah ditemukan antara remaja dengan gaya hidup sehat dan kurang sehat bisa memiliki dampak signifikan pada risiko penyakit jantung dan stroke di masa dewasa, kata para peneliti.

"Remaja harus menyadari bahwa gaya hidup yang predisposes untuk kegemukan, asupan garam yang tinggi dan konsumsi alkohol dapat mengakibatkan konsekuensi yang merugikan kesehatan dalam kehidupan dewasa. Efek bersifat aditif dan sudah berhubungan dengan hipertensi. Selain itu, gadis-gadis remaja yang menggunakan kontrasepsi oral harus disarankan tentang pemantauan tekanan darah secara teratur, "kata penulis studi Dr Chi Le-Ha, dari Royal Perth Hospital. | sumber: health

  • Uncategorized

Leave a Reply