Gawat, Banyak Peninggalan Sejarah Aceh Terancam Hilang

BANDA ACEH – Ketua Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh (PDIA) Banda Aceh, Rusdi Sufi mengatakan, banyak peninggalan sejarah Aceh yang terancam hilang. Kondisi ini dinilai akibat kurangnya perhatian semua pihak terhadap situs-situs sejarah di Aceh.

Karena itu, dibutuhkan kerja semua pihak, terutama para pecinta sejarah untuk melindung peninggalan berharga itu.

“Kalau masyarakat cuma berharap pada pemerintah, mungkin akan banyak peninggalan yang hilang. Menjaga peninggalan sejarah perlu keterlibatan semua pihak,” ujar Rusdi Sufi, kepada The Atjeh Post, Selasa 31 Juli 2012.

Sebagai contoh, kata Rusdi Sufi, daerah Aceh sebenarnya memiliki banyak pahlawan yang berperang melawan Belanda dan Jepang. Nisan para pahlawan ini tersebar di seluruh Aceh, namun kurang terawat.

Tidak hanya itu, sejumlah referensi sejarah yang berhubungan dengan para pahlawan ini, seperti peninggalan dalam bentuk bukti fisik, sumber sejarah yang masih hidup, serta sejumlah peninggalan lainnya, terancam hilang.

“Oleh karena itu, kalau saat ini tidak bisa dijaga dan dibukukan dengan baik, maka kedepan keberadaan cerita dan kepahlawan mereka akan hilang sama sekali. Kejadiannya sekarang seperti cerita Teuku Ibrahim Lamnga. Perannya sangat besar, tetapi literatur sejarahnya minim,” kata dosen FKIP Sejarah Unsyiah ini.[]

 

  • Uncategorized

Leave a Reply