Ganja Tumbuh Subur Sepanjang Sumut Hingga Aceh

Ganja Tumbuh Subur Sepanjang Sumut Hingga Aceh

GANJA tidak bisa lepas dengan nama Provinsi Aceh yang banyak memproduksi barang haram tersebut. Dari beberapa kasus ganja yang ditangani pihak kepolisian, tanaman yang identik dengan musisi Bob Marley itu berasal dari Aceh.

Meski pihak keamanan seperti TNI/ Polri telah beberapa kali menemukan dan memusnahkan ladang ganja, beberapa waktu kemudian, ladang tanaman memabukkan tersebut kembali ditemukan. Jumlahnya pun tidak tanggung-tanggung, bisa mencapai puluhan hektar.

Dalam memilih lokasi ladang, pelaku biasanya memilih lokasi yang terjal dan suram. Selain itu jaraknya harus ditempuh selama dua jam dengan berjalan kaki.

Selain itu, untuk mengelabui petugas, ladang ganja ini ditanam dengan sistem tumpang sari. Ganja ditanam diselingi pohon kopi serta tanaman muda seperti cabai dan tomat.

Tidak cuma di Aceh, sejumlah ladang ganja bahkan ditemukan juga di wilayah Sumatera Utara. Salah satunya saat Pasukan dari Batalyon Infanteri 123/Rajawali menemukan sekitar 20 hektare ladang ganja di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut.

1. Aceh Utara

Tim gabungan TNI/Polri kembali kembali mengamankan 1 hektare ladang ganja di Kabupaten Aceh Utara, Selasa (24/2). Sebelumnya di wilayah yang sama, pihak keamanan berhasil menyita 13 hektare ladang ganja, kemudian di Nagan Raya 1 hektare.

Operasi penemuan ladang ganja ini dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba, Polres Aceh Utara AKP Sofyan beserta Danramil 25 Lettu Inf Anhendrik. Kebun ganja itu tepatnya berada di kawasan perkebunan Dusun Lhokdrien, Desa Simirah, Nisam Antara, Aceh Utara.

Kasat Narkoba Polres Lhokseumawe, AKP Sofyan menyebutkan, dalam penemuan ladang ganja tersebut tidak ditemukan pemiliknya. Ganja siap panen yang ditemukan itu tingginya berkisar antara 60 s/d 100 cm.

“Kita temukan ladang ganja ini dalam keadaan tidak ada pemiliknya. Ganja siap panen ini tingginya antara 60 sampai 100 cm dan ada sebanyak 3.000 batang. Ada juga yang masih di dalam polibag dengan ketinggian 20 cm sebanyak 1.000 batang,” jelasnya.

Semua ganja yang ditemukan itu kemudian dimusnahkan dengan cara dicabut dan dibakar di lokasi penemuan. Sedangkan sebagiannya untuk kebutuhan penyelidikan lebih lanjut dibawa pulang sebagai barang bukti di Mapolres Aceh Utara.

2. Kabupaten Aceh Besar

Polres Aceh Besar berhasil menemukan dua hektar ladang ganja siap panen. Ladang ganja ini ditemukan di pegunungan di Desa Meureue, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (2/4).

Kecamatan Indrapuri memang selama ini dikenal sebagai kawasan ladang ganja. Geografisnya yang berlereng dan pegunungan, sangat sulit dijangkau. Hal ini tentunya semakin memudahkan pelaku menanam tanaman haram ini.

Kapolres Aceh Besar AKBP Heru Novianto mengatakan, sekitar pukul 10.00 WIB kemarin, 36 personel Mapolres Aceh Besar dibantu enam personel Mapolsek Indrapuri berhasil menemukan ladang ganja. Keberhasilan penemuan ganja ini berawal dari laporan masyarakat.

“Kita menemukan ladang ganja seluas dua hektar yang siap panen,” kata AKBP Heru Novianto, Jumat (3/4).

3. Taman Nasional Gunung Leuser

Kodim 0113 Gayo Lues bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional dan Polres Gayo Lues melakukan pemusnahan ladang ganja di areal seluas kurang lebih 22 hektare di Aceh. Lokasi ladang berada di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser menggegerkan warga sekitar.

Penemuan ladang ganja ini berawal dari laporan intelijen Kodim yang menemukan satu titik ladang ganja awal 2015. Sebelumnya pada enam tahun lalu mereka juga pernah menemukan ladang ganja di lokasi yang sama.

Dari hasil dua operasi, total ladang yang ditemukan sekitar 22 hektare yang terdiri dari 9 titik lokasi dengan lokasi paling luas sekitar 9 hektare. Dari 9 titik ini, tanaman ganja ada yang telah memasuki masa siap panen dan ada yang baru berumur 1-2 bulan.

Umumnya ganja siap dipanen pada saat memasuki usia 6 bulan. Di titik lokasi pertama, ditemukan tanaman ganja yang tingginya mencapai 3 meter dengan kerapatan antarpohon sekitar 1 meter. Di lokasi tersebut juga ditemukan semacam posko, peralatan masak dan persediaan logistik. Dugaan yang ada, pelaku biasanya tinggal di posko selama tiga hingga tujuh hari.

4. Mandailing Natal

Pasukan dari Batalyon Infanteri 123/Rajawali menemukan sekitar 20 hektare ladang ganja di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut. Setelah ditemukan, tanaman narkotika itu langsung dimusnahkan.

Ladang ganja yang ditemukan terletak di 15 titik yang tersebar di wilayah Desa Simangambat dan Desa Hutatua, Kecamatan Tambangan, Madina. Mariyuana itu ditanam di sela-sela tanaman cabai dan sayur-sayuran.

“Lokasinya di perbukitan jauh dari permukiman. Kondisi medan rata-rata dengan kemiringan 60 derajat,” kata Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf. Enoh Solehuddin, Rabu (7/5).

Ladang ganja di areal 20 hektare itu ditemukan pasukan yang dipimpin langsung Komandan Batalyon Infanteri 123/Rajawali Letkol Inf Septa Viandi yang melakukan patroli di kawasan itu pada Selasa (5/6) kemarin. Namun, penanam dan penjaga ladang diduga telah melarikan diri sebelum petugas tiba.

Pohon ganja yang ditemukan sudah siap panen. Rata-rata memiliki lebih dari 2 m. Selain itu, petugas juga mendapati lokasi pembibitan dengan tanaman setinggi lutut.[] sumber: merdeka.com

Leave a Reply