Gairah Islam Kaum Muda Cechnya

GROZNY – Setelah menyaksikan begitu suramnya masa perang, kalangan muda Cechnya kian menyadari identitasnya sebagai Muslim.

Seda Makhagieva (15), misalnya. Ia bersama keluarganya tidak ragu untuk memperlihatkan identitas keislaman mereka.

"Awalnya, keluarga saya mengatakan jangan memakai jilbab," ungkapnya. "Mereka bilang, aku masih terlalu muda. Tapi aku tidak peduli. Aku seorang Muslim, dan itu adalah tugasku untuk memakainya."

Seda merupakan satu dari sekian banyak Muslimah yang memutuskan untuk mengenakan hijab. Bahkan, bagi Muslimah yang telah menikah, mengenakan hijab merupakan panggilan hati yang harus dipenuhi. Tak hanya mengenakan jilbab saja, mereka sempurnakan penampilannya dengan mengenakan busana Muslim.

Di lingkungan pendidikan, setengah dari anak perempuan mengenakan jilbab. Tetapi sejumlah pihak menuduh maraknya jilbab di sekolah merupakan bentuk pemaksaan pemerintah. Para kritikus mengatakan pemerintah memaksa semua siswi, terlepas dari agama mereka, memakai penutup kepala, lengan panjang, dan rok di bawah lutut di sekolah pemerintah dan swasta.

Tahun lalu, aktivis HAM mengeluarkan laporan dokumentasi serangan terhadap perempuan tanpa hijab. "Tidak semua orang bereaksi dengan baik," komentar Malika Taramova, gadis Cechen berusia 20 tahun. | sumber: republika.co.id

  • Uncategorized

Leave a Reply