Gadis Lhokseumawe terjun bebas di jembatan Lhoksukon

SEORANG gadis berusia 17 tahun asal Kota Lhokseumawe terjun bebas bersama sepeda motor matic yang dikendarainya, Minggu 17 Februari 2013 pukul 19.20 WIB, di jembatan Desa Dayah, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara. Sejak ditinggalkan rekanan, jembatan itu kerap mengundang maut.

Informasi yang dihimpun ATJEHPOST.com di lokasi menyebutkan, korban datang dari arah Lhokseumawe dan terus mengendarai sepeda motor dalam lintasan lurus.

Cuaca terik hari ini membuat kepulan debu meningkat. Akibatnya, pengendara sepeda motor kesulitan melihat. Ditambah lagi kondisi gelap tanpa lampu penerangan jalan.

“Kami sempat melihat gadis itu jatuh ke dasar jembatan dengan ketinggian 3 meter tersebut. Warga yang ada di lokasi langsung berhamburan ke jembatan dan mengevakuasi si gadis yang tubuhnya penuh lumpur. Darah mengucur deras dari dagunya yang robek. Mungkin terkena besi di dasar jembatan,” papar Halimah, 37 tahun, warga setempat.

Hendra, 31 tahun, warga Desa Dayah menambahkan, masyarakat setempat sudah sangat gerah dengan debu di lokasi proyek jembatan itu.

“Debu masuk hingga ke kamar tidur. Kita harap pemerintah segera menyelesaikan proyek itu. Sudah terlalu banyak korban jiwa,” tandasnya.

Menurut keluarga dekat korban yang ditemui di Puskesmas Lhoksukon,  Bunga, 17 tahun, berangkat dari Lhokseumawe menuju Sampoiniet, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara.

“Ia sedang cek-cok dengan orangtuanya, maka hendak ke rumah saya. Minimnya penerangan ditambah kepulan debu yang berterbangan membuatnya tidak bisa melihat bahwa ada proyek pengerjaan jembatan di lokasi,” ujar Paman Bunga yang menolak namanya ditulis.

Hingga pukul 20.30 WIB, Bunga masih menjalani perawatan di UGD Puskesmas Lhoksukon. Sedangkan sepeda motor jenis Mio Soul warna hitam putih dengan nomor polisi BL 6469 NS telah diamankan di Pos Polantas Terminal Lhoksukon.(mrd)

  • Uncategorized

Leave a Reply