Gadis Cacat Mental Dituduh Hina Alquran

Polisi Pakistan menahan seorang gadis berusia 11 tahun yang mengalami keterbelakangan mental karena dianggap menghina Al Quran.

Media lokal melaporkan massa yang marah juga mendesak agar kediaman gadis kecil itu -yang kebetulan beragama Kristen- dibakar. Akibat kejadian ini, orang tua gadis itu kini mendapatkan perlindungan dan 600 orang Kristen lainya meninggalkan kawasan tempat tinggal mereka.

Menteri Kesatuan Nasional Paul Bhatti kepada BBC mengatakan bahwa gadis kecil itu dipastikan memiliki kelainan mental sehingga nampaknya dia tak berniat melakukan tindakan yang dituduhkan.

"Dari laporan yang saya terima, gadis itu ditemukan membawa kantung sampah yang di dalamnya juga terdapat Al Quran," kata Bhatti.

"Inilah yang membuat warga marah dan kerumunan massa kemudian menuntut tindakan terhadap gadis itu," tambah Bhatti.

"Polisi sebenarnya tak ingin menahan gadis itu, tapi mereka berada di bawah tekanan massa yang akan membakar rumah warga Kristen jika gadis itu tidak ditangkap," paparnya.

Para aktivis hak asasi manusia Pakistan telah lama mendesak pemerintah untuk merevisi undang-undang penghinaan agama.

Di bawah undang-undang ini seseorang bisa dihukum penjara hingga seumur hidup jika dianggap menghina kitab suci Al Quran. Tetapi tak sedikit dari mereka yang dianggap melakukan penghinaan tewas akibat amuk massa. Sementara politisi yang menganjurkan perubahan undang-undang juga menjadi sasaran pembunuhan.

Tahun lalu, menteri urusan minoritas Shahbaz Bhatti tewas dibunuh setelah mengajukan usul revisi undang-undang penghinaan agama.

Kematian Bhatti terjadi hanya dua bulan setelah pembunuhan Gubernur Punjam Salman Taseer akibat menyerukan hal serupa.| sumber: bbc.co.uk

  • Uncategorized

Leave a Reply