Forum Simeulue Barat-Alafan Tolak Panitia Pemekaran Versi Bupati

SEJUMLAH perwakilan warga yang mengatasnamakan Forum Simeulue Barat-Alafan (FoSBA) mendesak Bupati Simeulue, Riswan NS untuk membentuk ulang susunan kepanitiaan pembentukan Kabupaten Kepulauan Selaut Besar. Warga juga meminta bupati merevisi ulang SK kepanitiaan yang sudah ada saat ini.

“Hal ini penting demi menyelamatkan rencana pembentukan Kabupaten Kepulauan Selaut Besar,”  ujar Nirwanuddin, mewakili Forum Simeulue Barat-Alafan (FoSBA) di Haba Café, Kota Banda Aceh, Jumat 30 Januari 2015. Hadir juga sejumlah ketua paguyuban mahasiswa Forum Simeulue Barat-Alafan (FoSBA).

“Kita mendesak ketua panitia Pembentukan Kabupaten Kepulauan Selaut Besar, Hasdian Yasin segera mundur dari jabatan,” kata Nirwanuddin lagi.

Menurutnya, penetapan panitia pemekaran dilakukan secara sepihak oleh bupati, tanpa mempertimbangkan keterlibatan perwakilan dari masing-masing kecamatan yang tercakup dalam wilayah pemekaran, seperti kecamatan Simeulue Barat, Alafan, Salang, Simeulue Cut, Simeulue Tengah, dan Teluk Dalam. Akibatnya beberapa perwakilan kecamatan tidak terlibat dalam kepanitiaan.

“Informasi tentang pemekaran ditutup-tutupi oleh panitia dan tidak dilakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berada dalam cakupan rencana pemekaran,” ujarnya.

Sementara itu, Rahmad Ardiansyah S.Pd, dari FoSBA menambahkan pihaknya juga mendesak agar Kecamatan Teluk Dalam tetap dimasukkan dalam cakupan wilayah pemekaran, sesuai dengan wacana awal yang telah dimusyawarahkan.

“Kita juga menyayangkan sikap masyarakat kecamatan Simeulue Tengah dan Simeulue Cut yang menolak keputusan Kecamatan Salang sebagai calon lokasi Ibukota Kabupaten Kepulauan Selaut Besar. Padahal Kecamatan Alafan selaku lokasi letak Pulau Selaut Besar saja tidak pernah melakukan penolakan, demi terwujudnya Kabupaten Kepulauan Selaut Besar,” ujarnya. []

  • Uncategorized

Leave a Reply