FKMA Minta Penguasa Berantas Aksi Penebangan Hutan

LHOKSEUMAWE- Forum Komunikasi Mahasiswa Aceh (FKMA) prihatin dengan banjir bandang yang menerjang kemukiman Beungga, Tangse. FKMA menilai bencana alam itu merupakan ekses dari penebangan hutan dan pertambangan yang selama ini terkesan tanpa upaya pencegahan dari penguasa daerah.

“Sungguh memilukan, masyarakat Tangse kembali dipaksa mengungsi dan menanggung penderitaan. Tahun lalu, bencana alam banjir bandang juga sudah terjadi di sana. Penyebabnya jelas karena maraknya penebangan hutan dan kegiatan pertambangan yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab,” kata Ketua Umum FKMA Ferry Afrizal kepada The Atjeh Post, Senin, 27 Februari 2012.

Ferry Afrizal meminta Pemerintah Aceh segera "bangun dari tidur" untuk memberantas aksi-aksi pembalakan hutan dan pertambangan yang merusak alam Aceh. Jangan malah sebaliknya, kata dia, pemerintah melalui kebijakannya terkesan membiarkan para pelaku mengeruk keuntungan pribadi dan kelompoknya tanpa memikirkan kerusakan lingkungan.

“Kita belum melihat upaya dari penguasa untuk menanggulangi persoalan penebangan hutan maupun penambangan, baik yang legal maupun kegiatan ilegal. Hutan atau isi alam ini terus saja dijarah oleh tangan-tangan jahil dan rakyat yang menanggung beban penderitaan saat terjadi bencana,” kata Ferry.

Fery menambahkan, FKMA akan turun ke jalan terutama di kawasan Lhokseumawe mulai Selasa besok untuk menggalang bantuan yang nantinya langsung diserahkan kepada pengungsi korban banjir bandang di Tangse.

“Ini sebagai bentuk solidaritas kita bagi para korban bencana alam,” katanya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply