Film Sepatu Baru, Aditya Ahmad Menang di Berlin

Film pendek karya Aditya Ahmad, “Sepatu Baru”, memenangkan “Special Mention” dari juri anak-anak untuk Film Pendek Terbaik kategori Generation KPlus di Festival Film Berlin “Berlinale” Special Mention, penghargaan untuk film terbaik kedua di kategori ini setelah pemenang Beruang Kristal. Adapun pemenang Beruang Kristalnya, “Sprout” karya sineas Korea Utara Ga-eun Yoon. 

Dalam pengumuman yang berlangsung di Haus der Kulturen der Welt ("Graha Budaya Dunia”) Berlin, juri menyebut,dalam  “Sepatu Baru” ini “Kami menyaksikan sebuah cerita yang menyentuh tentang seorang gadis kecil yang dengan sepenuh hati berkeinginan untuk menghentikan hujan. Melalui gambar-gambar yang menakjubkan, film ini memberikan kita pemahaman akan suatu tradisi dari suatu negeri nun jauh di sana”.

Adapun Beruang Kristal untuk film panjang terbaik diberikan kepada Killa karya Avinash Arun, dan Special Mention untuk Hitono Nozomino Yorokobiyo karya Masakazu Sugita (Jepang).
Film-film Asia rupanya berjaya di kategori ini. Seluruh empat  penghargaan Generation K Plus, diborong film Asia.  

Beruang Kristal untuk film panjang terbaik dimenangkan “Killa” karya sutradara India Avinash Arun. Pemenang kedua, yang memperoleh Special Mention”, Hitono Nozomino Yorokobiyo karya Masakazu Sugita.

Kategori “Generation” mulai diselenggarakan sejak 1978, dengan sorotan khusus pada film yang terkait anak-anak dan kaum muda. Generation KPlus untuk anak-anak, sedangkan Generation 14Plus untuk anak berumur di atas 14 tahun.

Untuk kategori ini, terdapat dua tim juri. Tim juri anak-anak, yang usianya tak lebih dari usia para penonton yang menjadi target kategori ini. Dan  tim “juri internasional” yang diambil dari pelaku film profesional.

“Saya tak menyangka,” kata Aditya Ahmad. “Saya kan baru untuk festival begini. Jadi ini kejutan besar untuk saya,” tambahnya. Lebih-lebih, film ini dipilih oleh para juri naka-anak Jerman, yang secara kultur jauh dari tradisi yang diungkap di film ini.

Dalam Sepatu Baru, Aditya memunculkan seorang anak perempuan (Isfira Febiana) yang bekerja keras dengan segala cara untuk menghentikan hujan —melalui tradisi lama melemparkan celana dalam ke atap. Anak itu sampai berusaha mencuri celana dalam tetangga. Ternyata kerja kerasnya itu dilakukan, agar ia bisa mengenakan sepatu barunya.

"Sepatu Baru” merupakan karya akhir Aditya untuk menyelesaikan studinya di jurusan film Institut Kesenian Makasar. Dan, "ini karya terpaksa,” kata Aditya tergelak. Karena rencananya Aditya tak ingin terburu-buru menyelesaikan studinya, dan ingin memperluas pengalaman sinematografi. “Tetapi ada isu, IKM bisa ditutup, jadi kalau tak bikin karya akhir tahun 2013 kemarin, mungkin saya tak akan bisa bikin, karena keburu ditutup. Ya saya bikin aja,” katanya tertawa lagi.

Sepatu Baru ini kemudian diputar di Fesifal Film Yogya, dan ditonton antara lain oleh John Badalu, “festival delegate” Berlinale untuk Asia Tenggara. John Badalu lalu mengusulkan film ini ke Berlinale, dan tim seleksi Berlinale meloloskannya untuk kategori Generation KPlus. Dan ternyata menang. | tempo

  • Uncategorized

Leave a Reply