Fauziah Ibrahim lantunkan syair untuk almarhum Saddam Husen

DI acara memperingati 14 tahun tragedi Simpang KKA, Dewantara, Aceh Utara, Jumat, 3 Mei 2013, Fauziah Ibrahim, 50 tahun, melantunkan syair untuk anaknya, almarhum Saddam Husen, bocah tujuh tahun yang menjadi korban peristiwa tersebut.

Syair atau lagu berbahasa Aceh yang dinyanyikan Fauziah Ibrahim hasil karangannya sendiri. Saat ia membawakan lagu tersebut di atas panggung, ramai warga yang menghadiri acara tersebut terharu dan menangis. Pembawa acara yang berdiri samping Fauziah ikut terisak.

Fauziah mengaku mengarang lagu itu untuk menghibur dirinya saat ia rindu pada anaknya. “Nyoe loen karang keudroe, loen kheun tiep sabe teuingat ke aneuk loen (saya karang sendiri, saya nyanyikan tiap saya ingat almarhum anak saya),” ujar Fauziah kepada ATJEHPOSTcom usai acara tersebut.

Lagu itu ia beri judul “Kisah Nyata Tragedi KKA”. Dalam syair tersebut Fauziah menceritakan bagaimana anaknya, Saddam Husen yang masih berumur tujuh tahun, meninggal dunia bersimbah darah setelah diterjang peluru.

Fauziah berharap ke depan tidak ada lagi tragedi seperti itu. Warga yang rumahnya tidak jauh dari Simpang KKA ini juga meminta pemerintah menepati janji kepada para korban tragedi Simpang KKA.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga dan anggota keluarga korban tragedi Simpang KKA memperingati 14 tahun peristiwa tersebut, di Simpang KKA, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Jumat, 3 Mei 2013.

Peringatan tragedi ini diadakan Komunitas Korban Pelanggaram HAM Aceh Utara (K2HAU) dan didukung Forum Simpang KKA (Forsika), Komite Pemuda Pase (KPP), Komunitas Demokrasi untuk Aceh Utara (KDAU) dan lembaga lainnya.[](iip)

  • Uncategorized

Leave a Reply