Fariz RM: Saya Tidak Bisa Melepaskan Diri dari Aceh

SABANG – Fariz RM, salah seorang musisi Indonesia yang akan tampil dalam Sabang Jazz Festival 2012, mengatakan tak bisa melepaskan hidupnya dengan Aceh. Kepada ATJEHPOSTcom, dia mengatakan pernah beberapa kali terlibat dengan persoalan Aceh, bahkan hingga mengancam nyawanya.

“Saya sudah beberapa kali ke Aceh dan tidak bisa melepaskan diri dari Aceh,” kata Fariz mengawali perbincangannya ketika dijumpai di lokasi penginapannya di Hotel Sabang Hill, Sabang, Jumat malam 21 Desember 2012.

Fariz mengatakan dirinya dengan beberapa mahasiswa Aceh yang berada di Jakarta pernah dituduh terlibat aksi pembakaran asrama mahasiswa Aceh di Manggarai, Jakarta. Kasus tersebut terjadi ketika konflik Aceh masih berkecamuk pada tahun 1998 hingga 2002.

“Saya dituduh karena sering main ke asrama mahasiswa Aceh,” kata Fariz.

Padahal, kata dia, pada waktu itu dia sering main ke sana karena ada beberapa mahasiswa Aceh teman bermusik. Dia menceritakan ada mahasiswa Aceh namanya Taufik Abdullah yang pada waktu itu menjadi pemain bass dalam band dia.

Fariz mengatakan, dia pernah juga diinterogasi oleh aparat Polda Metro Jaya karena ingin melaksakan konser amal untuk anak-anak korban konflik Aceh. “Mereka menganggap saya mendukung salah satu pihak dalam konflik Aceh,” katanya.

Padahal kata Fariz, dia bersama Ody Agam ingin melaksanakan konser dan hasil dari konser tersebut ingin disumbangkan untuk anak-anak Aceh yang kehidupannya hancur karena konflik.

Fariz juga mengatakan pernah turun ke Meulaboh pada hari ketiga setelah tsunami menerjang 8 tahun silam. Pada saat itu, dia berada di Meulaboh sekitar tiga bulan untuk operasi pemulihan setelah tsunami.

Tapi, untuk bermain musik, walau sudah beberapa kali datang dia mengaku belum pernah tampil di Aceh. “Ini saya yang kedua kali datang ke Sabang, dan saya ingin mengunjungi kilometer nol Indonesia,” katanya.

  • Uncategorized

Leave a Reply