Facebook membuat orang merasa lebih buruk

MENGGUNAKAN Facebook ternyata bisa menurunkan perasaan nyaman dan kesejahteraan seseorang dalam hidup mereka, demikian hasil penelitian terbaru.

Hasil penelitian yang dilakukan para ilmuwan di University of Michigan menunjukkan  bahwa semakin lama orang melakukan browsing di internet terutama Facebook, mereka semakin memiliki perasaan buruk dengan kenyamanannya.

Riset yang merekam jejak partisipan selama dua minggu ini mendukung hasil riset sebelumnya yang mengatakan bahwa Facebook bisa memberikan konsekuensi negatif terhadap psikologis seseorang. Saat ini Facebook mempunyai lebih dari satu miliar pengguna dan separuhnya melakukan aktivitas harian di situs pertemanan tersebut.

"Di permukaan, Facebook menyediakan sumber yang luar biasa dalam mengisi kebutuhan dasar manusia untuk koneksi sosial. Namun temuan-temuan ini menunjukkan bahwa Facebook bukannya memenuhi kesejahteraan, tetapi justru merusaknya," ujar para peneliti seperti dikutip situs BBC edisi 15 Agustus 2013.

Psikolog internet Graham Jones dari British Psychological Society yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut mengatakan, bahwa banyak riset mendalam yang menunjukkan kalau Facebook memiliki konsekuensi-konsekuensi negatif. Namun, tentunya ada juga beberapa riset yang menunjukkan efek positif.

Dalam survei terbaru, partisipan menjawab beberapa pertanyaan mengenai perasaan mereka, apa yang mereka khawatirkan, bagaimana perasaan kesepian yang dirasakan saat itu dan seberapa sering mereka menggunakan Facebook sejak survei terakhir dilakukan. Rata-rata mereka menerima lima pesan per hari dalam waktu beragam antara pukul 10 pagi hingga tengah malam.

Para ilmuwan juga ingin mengetahui bagaimana interaksi langsung partisipan dengan orang lain, baik tatap muka maupun melalui telepon, antarmereka.

Hasilnya menunjukkan bahwa semakin lama seseorang menggunakan Facebook, semakin buruk perasaan mereka setelah itu. Para ilmuwan juga menemukan bahwa semakin lama partisipan menggunakan Facebook, semakin mereka merasa bahwa level kenyamanan hidup mereka menurun. Kebanyakan pengguna ingin tetap berinteraksi dengan teman-temannya, dan hanya 23 persen yang menggunakan situs ini untuk bertemu dengan orang baru.

Lebih dari dua pertiga partisipan mengatakan bahwa mereka berbagi hal-hal baik dengan komunitas mereka di Facebook, dan 36 persennya mengatakan bahwa mereka berbagi hal-hal buruk di sana. Menurut para ilmuwan, riset ini adalah yang pertama kalinya meneliti mengenai efek Facebook pada perasaan kenyamanan para penggunanya.

Jones mengingatkan bahwa temuan riset ini kemungkinan lebih relevan untuk mereka yang menghabiskan lebih banyak waktu di Facebook. Riset ini pun, sambung dia, tidak sepenuhnya menawarkan perbandingan dengan kontak sosial secara langsung. Ia menambahkan bahwa sejak Facebook menjadi fenomena, masyarakat masih belajar cara terbaik menggunakannya. | sumber: tempo.co

  • Uncategorized

Leave a Reply