ESDM: Kualitas Listrik Buatan Cina Buruk

ESDM: Kualitas Listrik Buatan Cina Buruk

JAKARTA – Indonesia saat ini membuka diri untuk para investor yang ingin menanamkan modal di sektor energi baru terbarukan. Menarik minat investor, pemerintah berjanji akan memberikan subsidi dan insentif dalam mengembangkan infrastruktur.

Namun demikian, usaha pemerintah kali ini belum berhasil menarik perhatian investor China. Negara Tirai Bambu tersebut tidak berminat untuk investasi di sektor energi baru terbarukan Indonesia.

“China belum ada yang minat investasi Geothermal (energi baru dan terbarukan),” ucap Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana dalam diskusi mingguan dihelat merdeka.com, Radio Republik Indonesia, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Institut Komunikasi Nasional (IKN), dan PT Sewatama di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Minggu (26/4).

Rida sendiri mengaku tidak tahu alasan pasti China enggan menggarap proyek prioritas tersebut. Namun demikian, Rida menduga hal ini bisa terjadi karena China belum mengetahui proyek tersebut. “Mungkin karena belum tahu,” ungkapnya.

Selain itu, Rida menduga ini terjadi juga karena China sedang bermasalah di bidang kelistrikan. Baru-baru ini, negara tersebut didesak pemerintah Indonesia untuk memperbaiki kualitas listrik yang mereka buat. Pasalnya, kapasitas pembangkit listrik yang masuk dalam Fast Track Progamme (FTP) I, 10.000 Megawatt (MW) yang dibangun kontraktor asal China dinilai buruk.

China sendiri membangun kapasitas produksi pembangkit listrik hanya sebesar 50 persen. Kapasitas ini jauh lebih rendah daripada pembangkit listrik yang dikerjakan oleh kontraktor Jerman, Prancis, atau Amerika Serikat yang mencapai 80 persen. Alhasil distribusi listrik menjadi tidak maksimal.

Ketua Tim Pengendalian Kinerja Kementerian ESDM, Widyawan Wiratmaja menegaskan, atas kejadian itu maka China berjanji kepada pemerintah bakal memperbaiki kualitas listrik yang mereka buat. “Sekarang jadi bagian dari pertanggungjawaban China, ini dibetulkan dulu sampai beres gitu supaya mereka enggak malu lah,” ungkap Widyawan.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban itu, kata Widyawan, China juga umbar janji berikan kualitas lebih bagus. “China merasa bertanggungjawab makanya akan kasih yang lebih bagus,” terangnya. | sumber : merdeka

Leave a Reply