Ermi Daini; Gadis Lot Kala Kebayakan Ukir Sejarah Gayo

Ermi Daini; Gadis Lot Kala Kebayakan Ukir Sejarah Gayo

GADIS ini merupakan lulusan Unimed. Ia lulus dalam waktu 3 tahun 8 bulan. Namanya Ermi Daini.

Ermi Daini merupakan gadis asal Lot Kala Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah. Ia ahli dalam persoalan lukis melukis. Di Unimed, ia memang memilih jurusan seni rupa.

Ermi Daini bukan hanya mampu lulus memuaskan sebagai alumnus Unimed, namun ia juga menjadi andalan Aceh Tengah pada MTQ ke 32 di Nagan Raya.

Ya, putri keempat dari 6 bersaudara ini juga lolos final MTQ Nagan Raya dalam cabang kaligrafi kontemporer.

Saat ditemui di kediaman kafilah Aceh Tengah, Blang Tuegoh, Simpang 4 Nagan, Ermi Daini, semula enggan berbicara lebih jauh.

Namun ketika disebutkan, dia memiliki kekuatan menunjukkan karyanya sepeninggal ayahnya, semangatnya pun muncul, walau ada tetesan air mata dari pelupuk matanya.

“Saya sudah buktikan ke ama (ayah), walau beliau tidak ada lagi, saya berhasil kuliah di Unimed dan menjadi pelukis kaligrafi,” kata Ermi sambil menyeka air matanya.

Bahkan dari goresan tanganya dia mampu meringankan beban ibunya, Nilawati dalam membantu biayanya selama kuliah di Unimed. Selama ini, Ermi Daini sering mengikuti perlombaan kaligrafi bahkan sampai tingkat nasional (di Makassar dan Padang) dari kampusnya.

“Saya merasa malu dengan diri saya sebagai urang Gayo. Nama daerah saya belum sempat saya bawa. Dalam sujud shalat saya berdoa semoga Allah memberikan saya kekuatan untuk Gayo, tempat saya dibesarkan dan dilahirkan, tempat ayah dan bunda,” katanya.

Ermi Daini lolos ke babak final di MTQ ke 32 yang berlangsung di Nagan Raya. Ia mengaku akan berjuang untuk meraih juara pertama.

“Allah itu sayang dengan hambaNya. Saya sadari cobaan yang diberikan Allah kepada saya, ketika memanggil ayah saya, merupakan sebuah pelajaran yang berharga buat saya. Dengan cobaan ini Allah melatih saya untuk bisa dan kuat,” katanya.

Didampingi pelatihnya, Alwi Umar dan Herman Lutfi (guru mulok khat di MAN 1 Takengen), dan  Ikmal (guru bahasa Arab MTsN 1 Takengen), Ermi sejenak menghentikan aktifitasnya berlatih melukis. Saat itu dia teringat dengan abangnya Ihwan Putra yang mengajarinya dasar melukis.

Putri pasangan almarhum Jalaluddin dan Nilawati ini, lahir di Takengon, 15 Mei 1991. Ermi Daini mengakui sejak kecil dia sudah menyukai urusan lukis melukis. Namun, katanya, ketika menggambarkan kekuatan Allah dalam bentuk lukisan, hati harus bersih dan tidak boleh takabur.

Akhirnya Ermi mau menuturkan pengalamannya ketika dia memilih ikut lomba tingkat nasional di Padang (mahasiswa) dan meninggalkan MTQ di Subulussalam untuk tingkat provinsi yang lalu. Namun karena memilih level yang lebih tinggi, padahal tenaganya dibutuhkan di Subulussalam, justru membuat batinnya tertekan.

Akhirnya dia gagal dalam kompetisi di Padang. “Kini saya berdoa ke Allah agar diberikan kesempatan untuk tanah leluhur saya. Atas nama Gayo, selama ini saya sudah sering membela daerah lain,” kata Ermi. [] (mal)

 

Leave a Reply