Energi Panas Bumi Seulawah Agam (Sumbangan Pemikiran Sederhana)

DALAM pancaran surya pagi, nun jauh di sana, diselimuti mega dalam latar lazuardi, menyembul sebuah kerucut yang menjulang tinggi ke langit. Sejak dahulu kala, mayarakat Aceh telah melihat Gunung Seulawah Agam itu, berabad-abad tidur menanti sentuhan ilmu dan teknologi. Bagaikan putri tidur menanti kecupan sang pangeran.

Masyarakat di sekitar daerah Seulawah memahami adanya berbagai sumber air panas yang memancar keluar dari perut bumi, mengalir dan menjadi sungai. Air panas tersebut dapat mengobati berbagai penyakit kulit dan segar untuk dipakai mandi pada pagi yang dingin. Moyangnya dulu demikian dan kini pun masih demikian.

Kini ilmu pengetahuan dan teknologi mampu mengolah air panas itu langsung dari sumbernya. Tungku-tungku panas di dalam perut gunung api dapat diubah menjadi energi ramah lingkungan murah yang terbarukan yang kita sebut energi panas bumi. Seulawah Agam menyimpan potensi energi panas bumi yang luar biasa.

Dari hasil penelitian awal ditaksir energi yang mungkin dapat dimanfaatkan dari potensi Seulawah Agam mencapai 180 megawatt tenaga listrik. Jumlah yang cukup untuk menerangi rumah tangga penduduk Aceh saat ini. Namun, jumlah ini belum cukup untuk membangun industri di Aceh.

Membangun suatu area panas bumi tidak hanya cukup bermodalkan semangat dan besarnya dana investasi. Selain itu diperlukan teknologi mumpuni, SDM yang berkompetensi tinggi, pengalaman yang panjang, pelestarian lingkungan dan keselamatan kerja yang prima.

Kita berharap, agar pengalaman buruk seperti kejadian di Teluk Meksiko maupun di Siduarjo tidak berulang di Seuramoe Mekah. Untuk itu beberapa hal prinsipil harus menjadi fokus area Pemerintah Aceh dalam mencari mitra yang tepat untuk mengelola lapangan panasbumi Seulawah Agam.

Membangun Sesuai Kapasitas

Di dalam membangun lapangan panas bumi, kapasitasnya harus direncanakan sesuai kemampuan optimumnya. Lebih besar kapasitasnya, lebih efisien biaya investasi dan biaya operasionalnya. Pembangkit listrik panas bumi berkapasitas besar jauh lebih efisien dibanding pembangkit listrik kapasitas kecil.

Aceh memerlukan energi sebesar mungkin. Selain untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat, industri juga memerlukannya. Tanpa energi listrik yang cukup, industri tidak akan lahir. Dengan demikian lapangan pekerjaan dan pemasukan daerah tidak akan bertambah secara berarti. Akan sangat elok kedengarannya bila kelak, semasa hidup kita, Aceh mulai dikenal sebagai eksportir energi ramah lingkungan, murah dan handal.

Oleh karena itu, sejak awal, lapangan panas bumi Seulawah Agam harus direncanakan dalam kapasitas maksimumnya. Agar rakyat Aceh kelak mampu membangun industri besar dan membuka lapangan pekerjaan dengan baik. Ekonomi Aceh akan mendapatkan percepatan dengan adanya energi yang cukup.

Proven Investor

Seperti gula, semua semut yang mengetahui keberadaannya akan datang berbondong-bondong. Demikian juga dengan bisnis migas, tambang mineral dan panas bumi. Bukan tidak mungkin jika sekarang di kantor-kantor pemerintah, investor yang ingin menawar blok Seulawah Agam sudah mulai melakukan pendekatan-pendekatan.

Sesungguhnya investor yang dicari Pemerintah Aceh untuk membangun lapangan panas bumi Seulawah Agam kriterianya sederhana saja, yaitu investor yang betul-betul telah terbukti mampu mengelola lapangan panas bumi (proven investor).

Investor ini di Indonesia dan di dunia banyak. Di Indonesia saja terdapat lapangan-lapangan panas bumi yang dikelola berbagai perusahaan. Pengalaman mereka dalam mengelola lapangan-lapangan ini akan menjadi motor penggerak bagi kemudahan dalam pengelolaan panas bumi di Seulawah Agam.

Investor juga harus yang mempunyai dana yang cukup. Untuk membangun suatu lapangan panas bumi, diperlukan dana investasi dalam orde ratusan juta dollar Amerika. Sementara waktu pembangunan sejak eksplorasi sampai listrik menyala mencapai sekitar 7 sampai 10 tahun, ini kalau semuanya berjalan lancar. Bila ada permasalahan, angka tahun dan biaya investasi akan bertambah. Oleh karena itu diperlukan investor yang core business-nya memang pada pengelolaan energi panas bumi dan kuat secara finansial.

Janganlah sampai investor cilet-cilet yang dicari Pemerintah Aceh. Pemerintah Aceh harus mewaspadai gejala ini sejak dini. Bila Aceh keliru langkah, energi listrik yang dibutuhkan rakyat dan industri, tidak akan datang dalam waktu dekat. Putri tidur itu akan tetap terlelap.

Resiko Perusakan Lingkungan dan Keselamatan Kerja

Masih terpateri dalam ingatan kita, rusaknya lingkungan yang terjadi di Sidoarjo dan Teluk Meksiko. Di Teluk Meksiko, minyak yang masuk ke laut mencemari lingkungan pantai di California. Selain kerusakan lingkungan, kegiatan ekonomi rakyat juga sangat terganggu.

Di Sidoarjo, sudah lebih tiga tahun lumpur menggenangi pemukiman penduduk.  Kita semua memahami implikasi yang mungkin terjadi dalam pengelolaan suatu industri beresiko tinggi seperti pemboran panas bumi. Hal demikian itu selalu mungkin terjadi. Baik karena kelalain manusia, ataupun karena alam itu sendiri.

Oleh karena itu, diperlukan perusahaan yang betul-betul bekerja dengan menempatkan keselamatan sebagai way of life-nya yang harus dicari oleh pemerintah Aceh.

Kita berusaha semaksimal mungkin agar keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan menjadi perhatian pokok. Kita tidak mencari perusahaan yang menelantarkan masalah keselamatan ini.  Kita tidak mencari perusahaan yang ingin mendapatkan keuntungan jangka pendek dan mengabaikan keselamatan.

Banyak hal lain yang harus menjadi kriteria dalam mencari suatu partner yang baik. Banyak hal lain yang menjadi faktor sukses. Namun, tiga hal di atas, harus menjadi target awal Pemerintah Aceh, agar ke depan, pemerintah dan rakyat Aceh mendapatkan manfaat, dan mengurangi resiko mudarat yang mungkin timbul.

Seyogyanyalah perusahaan yang akan mengelola panas bumi Seulawah Agam nanti benar-benar yang telah terbukti kapabilitasnya dalam aktivitas eksplorasi dan eksploitasi energi panas bumi. Datanglah dikau sang pangeran luhur, putri kami menanti kecup hangatmu.

Muchlis, Staf Pengajar dan Pendiri Jurusan Teknik Pertambangan Unsyiah

  • Uncategorized

Leave a Reply