Home Ekbis Terpiadi; Bank Aceh Harus Jadi Grameen Bank-nya Aceh

Terpiadi; Bank Aceh Harus Jadi Grameen Bank-nya Aceh

65
0

LHOKSEUMAWE –  Hari ini Bank Aceh genap berusia 42 tahun. Bank milik Pemerintah Aceh ini awalnya bernama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Aceh. Dalam perjalanannya, bank ini dinilai belum memenuhi syarat untuk menjadi banknya rakyat Aceh. Bank Aceh dinilai belum berinovasi layaknya bisnis perbankan secara umum.

“Hanya mengandalkan simpanan pemrintah di Aceh, kemudian menyalurkannya ke sektor, terutama PNS dan rekanan terkait pemerintah. Mereka tidak berpihak ke sektor riil, seperti perdagangan umum, perkebunan, nelayan, dan petani,” kata Wakil Ketua Kadin Aceh Utara, Terpiadi A. Majid, kepada portalsatu.com, Kamis, 6 Agustus 2015.

Terpiadi mengatakan, Bank Aceh haruslah menjadi kiblat perbankan syariah di Indonesia mengingat Aceh satu-satunya daerah yang menerapkan hukum syariat Islam di Indonesia.

Bank Aceh diminta jangan hanya bermain di zona aman yang belum tentu aman, seperti hanya memberikan kredit pada PNS yang bersifat konsumtif. Bank ini harus mampu berperan seperti halnya Grameen Bank di Bangladesh yang mengutamakan kredit produktif untuk rakyat kecil, seperti petani, nelayan, dan para janda. Pola penyaluran kredit seperti ini akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi ke seluruh wilayah.

“Jika perlu, undang Muhammad Yunus yang melahirkan Grameen Bank dan mendapat hadiah nobel untuk memberikan pencerahan kepada manajemen Bank Aceh,” katanya.

Jika perlu, lanjutnya, belajar juga pada Islamic Development Bank (IDB) atau Organisasi Konferensi Islam (OKI). Transformasi Bank Aceh menjadi Bank Aceh Syariah merupakan keharusan yang tidak dapat ditawar dan harus didukung oleh semua stakeholder.

“Para guru besar, pakar ekonomi, ulama, jika dianggap perlu harus mengumpulkan tanda tangan untuk memberikan dukungan kepada pemerintah untuk segera menjadikan Bank Aceh bersyariah.”[] (ihn)

Foto: Pegawai Bank Aceh @theglobejournal.com