Home Ekbis Soal Penjualan Saham Blok Migas, Ketua DPR Aceh: Ini Aneh

Soal Penjualan Saham Blok Migas, Ketua DPR Aceh: Ini Aneh

88
0
Ketua DPRA Teungku Muharuddin. @Dok

LHOKSEUMAWE  – Ketua DPR Aceh Teungku Muharuddin belum mengetahui tentang jual beli saham Blok B dan Blok North Sumatera Offshore (NSO) dari ExxonMobil kepada PT Pertamina (persero).

“Saya belum tahu soal itu, kebetulan sedang perjalanan dinas. Jika benar sudah dilakukan penjualan saham Blok Migas itu tanpa pemberitahuan kepada Pemerintah Aceh, saya kira ini aneh. Perlu dipertanyakan, ada apa ini, karena blok itu berada di Aceh,” ujar Teungku Muharuddin dihubungi portalsatu.com lewat telpon seluler, Kamis, 17 September 2015, sekitar pukul 12.10 WIB.

Menurut Teungku Muharuddin, sesuai mekanisme jika nantinya kontrak pengelolaan Blok Minyak dan Gas (Migas) itu sudah berakhir, ExxonMobil harus mengembalikan aset tersebut kepada Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan.

Pemerintah pusat melalui kementerian terkait, kata Teungku Muharuddin, kemudian akan berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh untuk menentukan siapa yang berhak mengelola aset Migas itu, apakah diserahkan kepada Pemerintah Aceh atau pihak ketiga.

“Tapi kalau seperti ini (ExxonMobil langsung menjual saham kedua blok itu kepada Pertamina tanpa pemberitahuan kepada Pemerintah Aceh), saya kira perusahaan itu tidak fair. Kesannya, ketika mereka masuk ke Aceh butuh pemerintah daerah, tapi ketika ingin keluar dari Aceh, tanpa koordinasi. Ini aneh,” ujar Ketua DPRA yang merupakan putra Aceh Utara ini.

Ditanya apa yang harus dilakukan Pemerintah Aceh menyikapi persoalan ini, Teungku Muharuddin mengatakan, “Nanti kami akan kaji dulu lebih mendalam, kita panggil Pemerintah Aceh atau SKPA terkait untuk kemudian kita tentukan sikap. Intinya jangan sampai persoalan ini merugikan Aceh”.

Diberitakan sebelumnya, penjualan saham Blok B dan Blok NSO oleh ExxonMobil Indonesia kepada PT Pertamina  ternyata belum diberitahukan kepada Pemerintah Provinsi Aceh.

Padahal menurut Direktur Pembinaan Hulu Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto, Pertamina dan ExxonMobil juga harus berkoordinasi dengan Pemda Aceh mengingat kedua blok tersebut berada di Aceh dan sudah ada dalam UU Aceh dan PP tentang pengelolaan migas di Aceh.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemprov Aceh, Said Ikhsan bilang, pihaknya belum pernah diberitahu baik secara lisan maupun tertulis perihal jual-beli saham Blok B dan Blok NSO. “Mereka harusnya memberitahukan kepada kami. Pemda Aceh kurang senang karena tidak diberitahukan,”ujar Ikhsan pada Kontan, Rabu (16/9).

Ikhsan menyebut, Pemprov Aceh berencana mengundang ExxonMobil dan Pertamina untuk meminta penjelasan terkait dengan jual-beli saham di Blok B dan Blok NSO. “Kami berencana mengundang mereka, tetapi ini baru mau dibicarakan dengan gubernur terlebih dahulu. Karena memang dalam aturan jual beli saham blok migas tidak melibatkan Pemda, namun jangan mendahului, jangan terburu-buru, belum diserahkan tapi melakukan seperti itu,” tegasnya.

Sementara itu, Vice President Public and Goverment Affairs ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto mengatakan dalam proses pengalihan participating interest ini, ExxonMobil dan Pertamina telah mendapatkan persetujuan dari otoritas yang berwenang. “Dalam proses pengalihan participating interest ini, ExxonMobil dan Pertamina mengikuti peraturan yang berlaku,”kata Erwin. (Baca: Pemda Aceh tidak Tahu Jual Beli Blok B Blok NSO).[]

Foto: Ketua DPR Aceh, Teungku Muharuddin.

Baca juga:

Mau Beli Blok Exxon Pertamina harus Izin Pemda Aceh

Bulan Depan Pertamina Kuasai Tiga Aset Migas Exxon di Aceh

Keluar dari Aceh Oktober 2015 Terpiadi ExxonMobil Ibarat Lebah