Pimpinan Dewan: Ganti Produk Luar dengan Produk Lokal

BANDA ACEH – Wakil Ketua DPRA, Teuku Irwan Djohan mengimbau semua kantor pemerintahan di Aceh, baik dinas-dinas di lingkungan pemerintahan provinsi dan kabupaten kota, termasuk di Sekretariat DPRA dan DPRK untuk menggunakan produk lokal. Produk lokal wajib didorong untuk berkembang dan harus dimulai penggunaannya dari pemerintah sendiri.

“Untuk tahap awal, produk lokal yang bisa digunakan di kantor-kantor pemerintahan misalnya produk makanan dan minuman, serta produk kerajinan. Setidaknya pemerintah memberi contoh bagi masyarakat,” ujarnya kepada portalsatu.com, Sabtu malam, 22 Agustus 2015.

Dia berharap masyarakat akan mencontoh kalau kantor pemerintah menggunakan produk lokal seperti makanan, minuman, taplak meja, hiasan pajangan, dan sebagainya.

“Saya perhatikan selama ini makanan dan minuman yang disediakan di kantor-kantor pemerintah, umumnya produk yang dikirim dari luar Aceh. Seperti biskuit, permen, sampai minuman air kemasan, teh dan kopi. Padahal semua produk itu ada yang diproduksi oleh pengusaha lokal,” katanya.

Dia mencontohkan seperti kopi. Sekarang ini, kata dia, begitu banyak merek kopi lokal, baik jenis robusta maupun arabika. “Lalu kenapa kita masih menggunakan merek luar Aceh? Sementara semua orang dari seluruh Indonesia bahkan dunia mencari kopi Aceh,” ujarnya.

Politisi muda Nasdem ini mengatakan sebagai orang Aceh tetap mengutamakan produk lokal walau dianggap kualitas produknya masih di bawah kualitas produk luar. “Karena dengan penggunaan yang tinggi di kantor-kantor pemerintahan, bisa meningkatkan pendapatan pengusaha lokal. Jika omset dan laba mereka bertambah, pelan-pelan mereka akan mampu meningkatkan kualitas serta kapasitas produksinya,” katanya.

Dia juga berharap kepada setiap Kepala Bagian Umum di kantor-kantor pemerintahan yang mengurusi kebutuhan internal harian, harus mulai mendata dan mencari produk-produk lokal untuk mengganti semua produk luar yang dipakai selama ini.

“Ke depan kita harapkan pengusaha lokal makin bergairah untuk memproduksi aneka barang, sehingga jenis produk lokal bisa terus berkembang dan bervariasi lagi, misalnya untuk jenis alat tulis, pakaian, dan sebagainya,” ujarnya.[]