Home Ekbis Pertani bakal Kantongi Dana PMN Capai Rp 500 M

Pertani bakal Kantongi Dana PMN Capai Rp 500 M

37
0
????????????????????????????????????

JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan dari dua badan usaha milik negara (BUMN) pertanian yang mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun depan, yaitu PT Pertani dan PT Sang Hyang Seri (SHS), hanya Pertani yang akan mendapat suntikan modal untuk tahun 2016.

Padahal sebelumnya, Rini Soemarno, Menteri BUMN mengajukan usulan PMN masing-masing sebesar Rp 250 miliar untuk Pertani maupun SHS. Hanya saja, DPR menolak usulan PMN untuk SHS.

Meski begitu, Rini tetap mendesak ada alokasi PMN untuk BUMN pertanian. “Sehubungan dengan kedaulatan pangan, fungsi Pertani dan SHS ada kemiripan. Kami mengusulkan untuk memindahkan usulan PMN untuk SHS kepada Pertani,” ujarnya Selasa (6/10).

Komisi VI DPR pun langsung menyetujui usulan tersebut. Dengan demikian, Pertani akan mendapat PMN total sebesar Rp 500 miliar tahun depan.

Refrizal, Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) beralasan, usulan PMN untuk SHS tidak disetujui karena manajemen perusahaan dinilai tidak sehat. Dia bilang, banyak informasi yang datang ke DPR bahwa karyawan perusahaan sudah delapan bulan tidak menerima gaji.

Dengan PMN sebesar Rp 500 miliar tahun depan, Pertani memperoleh jumlah yang lebih besar ketimbang PMN tahun ini yang hanya sebesar Rp 470 miliar.

Ilham Setiabudi, Direktur Utama Pertani menyebut, perusahaannya akan memanfaatkan dana PMN ini untuk pengadaan benih bersinergi dengan Perum Bulog.

Selain itu, tahun depan, Pertani akan memanfaatkan dana PMN untuk modal usaha. Saat ini, kapasitas produksi benih milik Pertani baru 40% karena modal kerja belum mencukupi.

Perusahaan itu berharap dengan tambahan PMN sebagai modal usaha bagi perusahaan, kapasitas produksi bisa maksimal 100% pada 2018.

Sedangkan, SHS yang tidak memperoleh PMN tahun depan menyatakan akan fokus mengoptimalkan dana PMN tahun ini yang sebesar Rp 400 miliar. Syaiful Bahri, Direktur SHS bilang, perusahaannya akan memanfaatkan PMN tahun ini yang hingga kini belum kunjung cair. Nantinya, PMN tahun ini akan digunakan untuk menjalankan program kerja perusahaan yang telah dirancang sebelumnya.

Syaiful bilang, dari rencana PMN sebesar Rp 400 miliar tahun ini, SHS  akan menggunakan sebanyak Rp 250 miliar untuk pengadaan benih kepada petani dan sebesar Rp 150 miliar sisanya untuk pembangunan pabrik di empat lokasi berbeda, yaitu Aceh, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat. [] Sumber: kontan.co.id

Foto ilustrasi