Home Ekbis Mau Ikan Segar? Datanglah ke Kuala Pase

Mau Ikan Segar? Datanglah ke Kuala Pase

111
0
????????????????????????????????????

LHOKSUKON –   Jika Anda ingin ikan segar yang baru ditangkap di laut, datanglah ke Kuala Pase di Gampong/Desa Meucat, Kemukiman Blang Mee, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Selain terdapat aneka jenis ikan besar dan kecil, ada juga kepiting laut dan beberapa jenis udang.

Jarak tempuh ke lokasi itu tidaklah sulit, karena jalan telah diaspal. Kuala Pase berjarak sekitar 21 kilometer dari arah timur Kota Lhokseumawe. Hanya beberapa kilometer dari kompleks makam tinggalan Kerajaan Samudera Pasai di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera.

Kuala Pase berada persis di sisi kiri bawah jembatan. Di sana terdapat sekitar delapan tempat penampung ikan dengan 150 unit boat yang ke luar masuk. “Ikannya dijamin segar dan belum diawetkan, baik secara alami (es batu) ataupun formalin. Dari segi rasa pastinya sangat lezat dan gurih setelah diolah menjadi lauk nasi,” begitu keterangan nelayan setempat.

Jika ingin membeli ikan segar, sebaiknya datanglah pukul 09.00–13.00 atau 16.00 WIB. Boat yang masuk silih berganti. Di sini, Anda dapat membeli  ikan segar dari nelayan. Jika enggan menunggu, cukup membeli pada agen penampung di lokasi itu.

Tak hanya untuk membeli ikan, banyak juga masyarakat dari Kota Lhokseumawe, Lhoksukon hingga Tanah Jambo Aye yang datang mencari kepiting laut atau dikenal dengan rajungan (purtunus pelagicus).

“Satu kilogram rajungan ukuran besar (empat atau lima buah/Kg) kita jual Rp45ribu. Untuk ukuran sedang dan kecil harganya sekitar Rp35ribu,” kata M. Yusuf, 43 tahun, salah seorang nelayan Kuala Pase, ditemui portalsatu.com, Sabtu, 3 Oktober 2015.

Di Kuala Pase, kata Yusuf, terdapat aneka jenis ikan besar dan kecil. Soal harga ikan, kata dia, tergantung pasaran dan kondisi angin dan ombak (cuaca) di laut.

“Hari ini hasil tangkapan terbilang sedikit dengan beragam jenis ikan. Ada ikan rambe, ikan kembung, ikan merah, ikan biji nangka, kakap merah, udang kipas dan sedikit rajungan. Boat kami hanya mendapat 48 kilogram saja. Biasanya jika sedang melimpah, satu boat mencapai 200 kilogram,” ujar salah seorang nelayan lainnya.

Zakaria, 38 tahun, salah seorang agen penampung di Kuala Pase merincikan, ikan rambe dijual Rp45ribu, ikan kakap merah Rp50ribu, ikan kembung dan ikan merah Rp30ribu, ikan kerapu Rp45ribu–Rp50ribu, udang kipas Rp65ribu dan rajungan besar Rp45ribu/kilogramnya.

“Pembeli yang datang rata-rata meminati ikan rambe, kakap, kerapu dan rajungan. Ada untuk dikonsumsi pribadi, namun ada pula untuk dijual kembali (warung/rumah makan),” ujarnya.

Menurut Zakaria, ikan yang mereka terima dari nelayan nantinya akan diambil  agen untuk dijual kembali ke pasar.

“Biasanya sore hari ikan sudah kosong dalam fiber (bak penampung ikan). Harga jual ikan di sini untuk pembeli perorangan terbilang sama dengan harga di pasar. Hanya saja terdapat perbedaan dalam kualitas. Di sini ikan sama sekali belum tersentuh pengawet. Makanya meski harga nyaris sama, banyak pembeli yang datang kemari,” kataya.

Anda mau?[] (idg)

Foto: Boat nelayan bersandar di Kuala Pase. @Zulkifli Anwar/portalsatu.com