Kepala BPKS: Kita Harus Mampu Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

SABANG – Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Ir Fauzi Husin, berharap kegiatan Sertifikasi Tour Guide, para Pramu Wisata Sabang dapat meningkatkan kompetensi di tengah persaingan menghadapi Masyarat Ekonomi Asean (MEA) 2016. Dia juga mengatakan, tenaga kerja lokal tidak boleh terlambat menghadapi peluang yang ada saat ini.

“Kita harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bukan tamu,” ujar Kepala BPKS, Fauzi Husin, dalam sambutannya yang dibacakan oleh salah satu Direktur BPKS, Reza Faisal, dalam acara pembukaan sertifikasi pariwisata di Hotel Nagoya, Kota Sabang, Rabu, 2 September 2015 kemarin.

Menurutnya saat ini pekerja dari luar Indonesia lebih agresif dalam menghadapi MEA dari pada pekerja lokal. Para pekerja luar bahkan lebih awal mempersiapkan diri dengan berbagai kompetensi kemampuan, khususnya di bidang pariwisata.

Bila para tour guide lokal tidak mempersiapkan diri mereka dengan berbagai sertifikat kompetensi, maka pemberlakuan MEA akan menjadi momok dan akan menjadi tamu di negeri sendiri karena tidak mampu bersaing dengan tenaga kerja asing. BPKS menilai perlu melakukan pembangunan SDM kepada pramu wisata yang ada di Kota Sabang dan Pulo Aceh dengan membekali mereka sertifikasi Tour Guide. Sehingga, kata dia, para guide itu akan siap menghadapi “gelombang” tenaga kerja dari luar Indonesia.

“Kami berharap peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara serius, sehingga ke depan 20 orang peserta ini memiliki sertifikat/berkompeten sebagai pramu wisata dan mampu bersaing dalam menghadapi MEA,” ujar Kepala BPKS.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sabang, Zulfi Purwati, S.Sos. Dia mengatakan ke depan persaingan lebih berat khususnya menghadapi MEA. Karena itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada BPKS dengan pelaksanaan kegiatan ini.

Dimana melalui kegiatan ini BPKS menunjukkan keseriusannya untuk membangun pariwisata di Kota Sabang. “Sudah saatnya kita lakukan peningkatan SDM,” ujar Zulfi.

Pihaknya juga berharap ke depan BPKS dapat membuat kegiatan-kegiatan serupa lainya, seperti pelatihan guide diving dengan sertifikasi PADI adan SSI. BPKS juga berharap ke depan semua giude di Sabang memiliki sertifikasi serta dapat bersaing dalam menghadapi arus masyarakat ekonomi Asia.

“Kami merasa senang akan kerjasama antara Pemerintah Kota Sabang dan BPKS. Kalau tahun lalu kami (Pemko-red) melatih guide dan tahun ini BPKS membuat ujian sertifikasi. Ini patut kita berikan apresiasi dan kerjasama-kerjasama seperti ini harusnya lebih ditingkatkan lagi,” kata Kadisbudpar Kota Sabang, Zulfi Purwati.

Sebelumnya, Panitia Pelaksana Sertifikasi, M Rizal melaporkan, penyelenggaraan sertifikasi ini merupakan salah satu program kerja atau kegiatan Bagian Humas, BPKS. Dalam kegiatan ini BPKS bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Pariwisata (LSP) Yogjakarta serta melibatkan Himpunan Pramu Wisata Kota Sabang serta mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata Kota Sabang.

“Seluruh peserta telah memperoleh rekomendasi dari HPI dan Disbudpar Sabang,” ujar Panita Pelaksana, M Rizal dalam laporannya Selasa, 1 September 2015 lalu.

Dia mengatakan biaya kegiatan menggunakan anggaran BPKS yang juga menanggung biaya sertifikasi masing-masing peserta guide. BPKS berharap melalui kegiatan ini mampu mewujudkan SDM profesional di bidang pramuwisata hingga dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.[](bna)

Leave a Reply