Home Ekbis ExxonMobil “Angkat Kaki” dari Aceh, Karyawan Beralih ke Pertamina

ExxonMobil “Angkat Kaki” dari Aceh, Karyawan Beralih ke Pertamina

396
0

LHOKSEUMAWE – ExxonMobil akhirnya “angkat kaki” dari Aceh setelah puluhan tahun mengelola Blok B dan Blok North Sumatra Offshore (NSO). Mulai 1 Oktober 2015, pengelolaan dua blok Migas itu beralih ke PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak perusahaan PT Pertamina (Persero).

Informasi terkait peralihan pengelolaan Blok B dan Blok NSO dari ExxonMobil ke PHE dibenarkan perwakilan Bagian Humas ExxonMobil, Jailani dalam pertemuan dengan DPRK, Pemkab Aceh Utara dan perwakilan warga Kecamatan Matangkuli dan Pirak Timu di gedung dewan setempat, Rabu, 30 September 2015. Pertemuan itu membahas persoalan jalan ExxonMobil (jalan line pipa gas) yang sudah lama rusak parah.

“Hari ini, hari terakhir kami di Exxon, semua leader kita luar biasa sibuk, tidak sempat berhadir (dalam pertemuan ini). Exxon akan berakhir hari ini dan beralih ke PT Pertamina Hulu Energi atau PHE, anak perusahaan PT Pertamina mulai besok,” ujar Jailani.

Jailani menyebut pihaknya sebagai staf tidak terlalu mengerti soal peralihan pengelolaan/penjualan saham dua blok Migas itu. “Tetapi seperti kita baca berita di media, Blok B (ladang gas di Aceh Utara) dan Blok NSO (di laut) beralih ke PHE mulai besok, 1 Oktober 2015,” katanya.

“Semua karyawan Exxon (di Aceh Utara) jadi karyawan PHE mulai besok,” ujar Jailani didampingi Teuku Fakhrizal, juga staf Bagian Humas ExxonMobil. (Baca: Ambil Alih Blok Migas di Aceh Pertamina Siap Tampung Pekerja Exxon).

Informasi diperoleh portalsatu.com, karyawan inti ExxonMobil di Aceh Utara saat ini 200-an orang.

Menurut Jailani, walaupun pengelolaan Blok B beralih ke PHE mulai besok, program yang sudah direncanakan ExxonMobil di Aceh Utara tetap akan dilanjutkan. Misalnya, kata dia, rencana pembangunan kembali jalan ExxonMobil yang sudah rusak parah. “Semua progres tidak akan hilang,” ujarnya.

Jailani mengatakan itu menanggapi kekhawatiran masyarakat yang disampaikan Zahri dari BEM Unimal. “Takutnya setelah peralihan ini, berubah rencana pembangunan jalan yang rusak,” kata Zahri dalam pertemuan itu.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua III DPRK Aceh Utara Abdul Muthalib alias Taliban sempat mempertanyakan mengapa ExxonMobil tidak memberitahu kepada Pemerintah Aceh tentang peralihan pengelolaan Blok B dan Blok NSO kepada PHE.

“Kami dari DPRK Aceh Utara juga terkejut saat baca berita tentang peralihan itu,” ujar Taliban. (Baca: Pemda Aceh tidak Tahu Jual Beli Blok B & Blok NSO).

“Ya, mestinya ketika Exxon mau pamit, beunalah assalamualaikum, sebagaimana mestinya seorang tamu yang datang ke suatu daerah, dan kemudian pamit,” kata Wakil Ketua II DPRK Aceh Utara Saifuddin.

Akan tetapi, pertanyaan pimpinan DPRK Aceh Utara itu tidak mampu dijawab perwakilan Bagian Humas ExxonMobil dalam pertemuan tersebut.[]

Baca juga:

Kamoe Hana Tuntut Busoe Broek, tapi Jalan Beu Mulus

Foto: Perwakilan Bagian Humas ExxonMobil, Jailani dan Teuku Fakhrizal saat pertemuan dengan DPRK, Pemkab Aceh Utara dan perwakilan masyarakat lingkungan ExxonMobil.@Irman/portalsatu.com