Home Ekbis BI: Bentuk Satker Gabungan yang Menjamin Keamanan Investor di Aceh

BI: Bentuk Satker Gabungan yang Menjamin Keamanan Investor di Aceh

55
0

BANDA ACEH – Bank Indonesia (BI) merekomendasikan agar dibentuk Satker Gabungan yang menjamin keamanan investor dalam melakukan investasi di Aceh. Pasalnya, kondisi Aceh dinilai masih menyisakan polemik kemanan investor untuk berinvestasi.

Rekomendasi tersebut tertuang dalam penjelasan BI terkait biaya transaksi yang masih menjadi kendala di Aceh. Hasil penelitian BI tentang Growth Diagnostic Provinsi Aceh yang dipublikasikan pada Agustus 2015 ini, salah satu indikator menjadi penghambat prospek ekonomi Aceh ke depan adalah persoalan biaya transaksi.

“Biaya transaksi masih menjadi kendala. Biaya transaksi dalam investasi yang dimaksud adalah biaya di luar biaya-biaya formal yang memang disyaratkan,” tulis BI.

Dijelaskan bahwa konflik Aceh dinilai masih menyisakan polemik kemanan investor untuk berinvestasi. Meski kecil kemungkinan di Aceh akan kembali terjadi konflik bersenjata, tetapi peristiwa-peristiwa kekerasan masih lazim terjadi. Dunia usaha menganggap provinsi ini tidak aman, sehingga dapat menjadi penghalang masuknya investasi swasta.

Diberitakan sebelumnya, BI turut menyajikan box khusus berisi hasil penelitian Growth Diagnostic (Diagnosis Pertumbuhan) dalam laporan tentang Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Aceh Triwulan II 2015. Hasil kajian tersebut dipublikasikan melalui laman resmi BI pada Agustus ini.

BI menjelaskan, penelitian Growth Diagnostic ini untuk mendapatkan gambaran mengenai faktor apa saja yang menghambat pertumbuhan investasi di Aceh.

“Metode Growth Diagnostic bertujuan mengidentifikasi dan memahami secara lebih rinci persoalan-persoalan pertumbuhan ekonomi inklusif yang paling mendesak untuk diperbaiki dan bagaimana upaya reformasi yang tepat untuk mengakomodasi permasalahan tersebut,” tulis BI. (Baca: Faktor Apa Saja yang Menghambat Pertumbuhan Investasi di Aceh Ini Hasil Penelitian BI).[]

Foto ilustrasi.