Home Ekbis Bank Aceh Diminta Evaluasi Sistem Bunga

Bank Aceh Diminta Evaluasi Sistem Bunga

84
0

BANDA ACEH – Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh, Martahadi, berharap memasuki usia yang sudah 42 tahun Bank Aceh sebagai bank berpelat merah di Aceh tidak lagi memberikan kredit konsumtif, dengan menambah beban kepada debitur melalui sistem bunga anuitas.

“Sudah saatnya Bank Aceh mengevaluasi penerapan sistem bunga tersebut dengan menerapkan bunga flat, baik bagi debitur yang sedang berlangsung pinjamannya maupun bagi pinjaman baru,” kata Martahadi yang juga mahasiswa program doktoral Fakultas Ekonomi Unsyiah, kepada portalsatu.com, Kamis, 6 Agustus 2015.

Jika Bank Aceh tidak bersedia mengevaluasi, menurut dia, berarti pihak bank telah dengan sengaja mempertontonkan kinerja buruknya dan menjadi “pengisap darah” rakyat Aceh. Hal ini, menurutnya, memperlihatkan kinerja Bank Aceh lebih buruk dari rentenir kampungan.

Ia menilai sudah seharusnya pengalokasian kredit Bank Aceh lebih memprioritaskan sektor riil, sehingga dapat memacu meningkatkan taraf hidup rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena sektor riil tersebut yang bisa menjadi penopang ekonomi rakyat Aceh.

“Intinya Bank Aceh harus keluar dari zona nyaman, cari direksi yang punya jiwa entrepreneurship, bukan cuma sekelas administrator bank seperti sekarang,” katanya.

Sebagai bank milik pemerintah yang tunduk pada syariat Islam, Bank Aceh sudah semestinya beralih ke sistem syariah dan meninggalkan praktik ribawi yang dilarang dalam Islam.

“Pemerintah Aceh jangan cuma mangaku Aceh syariat Islam tapi masih berusaha dengan cara menentang syariat,” ujarnya.[] (ihn)

Foto: Ilustrasi