Home Ekbis Bank Aceh Belum Berpihak ke Sektor Real

Bank Aceh Belum Berpihak ke Sektor Real

32
0

LHOKSEUMAWE – Wakil Ketua Kadin Kota Lhokseumawe, Mirza Ikwani, S.E., meminta Bank Aceh agar mau terjun ke sektor ekonomi mikro. Bank milik Aceh ini juga diminta untuk menjadi pendorong pertumbuhan sektor riil dan jangan hanya mengandalkan sektor pemerintah atau PNS lantaran dianggap minus risiko.

“Bank Aceh harus jadi agent of change, menjadi benar-benar berguna untuk meningkatkan ekonomi rakyat kecil. Kalau model yang sekarang, ya seperti rentenir saja yang hanya mengedepankan cari bunga, tidak ada keberpihakan ke sektor riil,” ujar pengusaha Hotel Wisma Kuta Karang grup ini.

Dia mengatakan seharusnya Bank Aceh belajar dari bank nasional yang fokus di sektor mikro, bahkan sampai buka kantor ke pasar-pasar tradisional.

“Ini bank kita sendiri malah terkesan menutup mata dari rakyat kecil, ini praktik kuno sebuah bank,” ujar mantan Ketua HIPMI Lhokseumawe ini.

Dia juga meminta meminta pemilik saham, dalam hal ini Pemerintah Aceh, untuk menekan Direksi Bank Aceh agar memodali pertanian, perkebunan, perdagangan umum dan nelayan, terutama yang UKM. Dengan begitu, ekonomi Aceh segera bangkit.

“Seharusnya Pemerintah Aceh menyalurkan bantuan pemberdayaaan ekonomi via Bank Aceh, sehingga terjadi proses bankable dalam penyalurannya,” kata Mirza.

Bank Aceh selaku bank milik Aceh yang bersyariat Islam diharapkan tidak lagi menerapkan sistem perbankan konvensional. Menurutnya, hal tersebut melanggar syariat Islam.

“Yang paling buruk dari bank konvensional adalah sistem jaminan kredit atau borg, sehingga rakyat kecil dan miskin tidak mampu mengakses modal. Makanya Bank Aceh harus dipimpin oleh bankir berjiwa entreprenuer. Bukan bankir sekelas akuntan saja,” kata Mirza.[](bna)