Home Editorial Verbalisme Kegemilangan

Verbalisme Kegemilangan

102
0

CERITA kegemilangan masa lalu Aceh kerap kita dengar dan kita baca. Tapi apakah kita menghargainya?

Kita bangga dengan sejarah kita. Kita congkak ketika menceritakan masa lalu kita. Tapi semua itu hanya verbal. Kita hanya bercerita melalui mulut kita. Cerita itu ‘pun cuma kita dengar dari mulut orang lain. Dan itu bagi mereka yang lahir tahun 80-an ke bawah. Bagi generasi digital saat ini apakah mereka kenal Cut Meutia, Cut Nyak Dhien, Teuku Umar dan tokoh pahlawan lain?

Siapa lebih mereka kenal dengan tokoh hiburan di dunia maya. Misalnya tokoh kartun Upin Ipin. Teknologi tak mungkin kita hempang. Namun sebenarnya teknologi menyediakan kita ruang yang amat luas. Semua tergantung kita. Siapapun di dunia ini bangga dengan prestasi atau kegemilangan masa lalu. Kegemilangan keluarganya, sukunya, bangsa dan agamanya.

Namun kebanggaan itu tidaklah cukup dengan verbal saja. Ianya juga diupayakan dengan hal-hal yang konkrit. Misalnya, melestarikannya dan melanjutkan. Kenyataannya hari ini generasi baru kita hampir tidak mengenal sejarahnya.

Kita alpa melanjutkan cerita dan mengajarkan mereka. Di sekolah, mata pelajaran sejarah bukanlah mata pelajaran utama. Sehingga membutuhkan kesadaran pihak lain untuk menjejali anak-anak kita dengan sejarah. Misalnya dengan mengajak mereka mengunjungi situs-situs sejarah dan memperbanyak bahan bacaan tentang sejarah.

Kita harus belajar banyak dari bangsa lain bagaimana mereka menghargai sekecil apapun sejarah mereka. Mereka amat bangga dengan hal itu karena kegemilangan masa lalu bisa menjadi spirit besar bagi entitas itu sendiri. Untuk terus berjaya di masa kini dan masa depan.

Untuk kasus kita di Aceh apakah hal ini terjadi? Lihatlah situs-situs sejarah kita, literatur atau budaya-budaya kita. Banyak hal ini yang terabaikan. Banyak generasi kita tidak kenal budayanya. Ini menjadi tugas kita agar tidak ditelan masa. Pelestarian butuh kerja bukan bicara.

Kita perlu menjaga spirit itu. Kita perlu mendokumentasikan, agar ke depan di bumi kita lahir banyak pahlawan baru, pahlawan masa kini. Pahlawan kemakmuran dan kesejahteraan. []