Home Editorial Penyambutan ‘Pagar Manusia’ di Bandara SIM

Penyambutan ‘Pagar Manusia’ di Bandara SIM

179
0

SELURUH pejabat Aceh beramai-ramai menjemput kepulangan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dari tanah suci di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Rabu 7 Oktober 2015.

Di Bandara SIM, mereka membentuk ‘pagar manusia’ demi bisa menyapa, terlihat serta bersalaman dengan Gubernur Aceh.

Mereka meninggalkan aktivitas kantor serta kepentingan public. Mereka melupakan sejenak kondisi serapan APBA 2015 untuk menyapa orang nomor satu di Aceh saat ini.

Beberapa kepala SKPA bahkan menjemput langsung ke Jakarta sejak Senin awal pekan lalu.

Respon dari pejabat Aceh ini sebenarnya sangat berlebihan dan menggelikan hati. Karena, mereka sebenarnya masih bisa berjumpa dengan Gubernur Zaini pada hari-hari lainnya, atau bersalaman saat upacara peusijuek di pendopo Aceh.

Ada banyak argument serta persepsi yang muncul saat melihat pejabat Aceh berdesak-desakan dan membentuk ‘pagar manusia’ di Bandara SIM demi menyambut Gubernur Aceh.

Di media social, hal ini juga jadi pembicaraan serius. Sorotan paling banyak tentu hal yang bersikap negative. Bukan untuk gubernur, tetapi untuk para pejabat itu sendiri.

Kita yakin, gubernur Aceh sendiri tak ingin penyambutan ‘semeriah’ seperti kemarin. Ini karena, gubernur baru pulang dari ibadah haji serta bukan dari turnamen ‘hidup mati’ atau medan peperangan.

Gubernur memilih para pembantunya di SKPA tentu bukan hanya untuk disambut meriah seperti kemarin. Gubernur melantik mereka untuk bekerja yang hasil kerja hari ini masih sangat mengecewakan.

Maka kita berharap, setelah istirahat nanti, sudah semestinya Gubernur Aceh memikir ulang penempatan pejabat di SKPA. Gubernur harus benar-benar jeli dalam menempatkan pejabat baru, agar yang dilantik nanti adalah pejabat yang mau bekerja serta bukan pejabat yang hanya pandai cari muka serta menjilat.