Home Editorial Janji (Lagi) Jokowi

Janji (Lagi) Jokowi

59
0

KEMARIN Presiden Jokowi kembali singgah di Aceh. Walaupun bukan sebagai tujuan utama atau sekedar singgah sebelum terbang ke Arab Saudi. Tapi kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini ke Aceh cukup menarik perhatian para pihak.

Di Aceh, Presiden Jokowi lagi-lagi menebar harapan bahwa akan memberikan perhatian khusus untuk Aceh. Jokowi bicara soal kawasan industri Lhokseumawe, bandara SIM sebagai bandara transit internasional, masalah Pertamina.

Dari sisi politik, janji Jokowi kali ini sangat diharapkan untuk dapat segera dilaksanakan atau tak sekedar berjanji namun kemudian tak mampu diwujudkan. Rakyat Aceh juga berharap semua janji Jokowi sebelumnya juga dapat ditepati.

Publik mungkin masih ingat dengan janji Jokowi saat datang ke Aceh pada 9-10 Maret serta Idul Fitri lalu. Beberapa janji tersebut, seperti menjanjikan sejumlah bandara di Aceh akan diperpanjang landasannya tahun ini. Bandara Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh, Bandara Malikussaleh di Aceh Utara, Rambele di Bener Meriah, Maimun Saleh di Sabang, dan sejumlah bandara kecil lain yang selama ini secara reguler didarati pesawat.

Janji lainnya adalah membuka kembali PT Kertas Kraft Aceh (KKA), regasifikasi di PT Perta Arun Gas, serta ada juga janji membangun tol laut di Aceh yang sebelumnya tak termasuk dalam agenda nasional.

Ini merupakan janji Jokowi yang katanya akan diwujudkan tahun ini. Namun bagaimana realisasinya? Sayangnya, realisasi terhadap janji ini belum terlihat.

Publik Aceh berharap janji presiden terhadap Aceh bisa benar-benar diwujudkan.

Aceh memiliki sejarah buruk dalam hal janji dengan pusat. Dimana, presiden-presiden sebelumnya hanya mampu berjanji manis dengan Aceh, tapi realisasinya yang tidak ada sama sekali.

Kita berharap Jokowi menjadi pengecualian terhadap catatan sejarah ini. Kita berharap Jokowi menjadi satu-satunya presiden yang menepati janjinya terhadap Aceh.

Sebagai daerah yang baru selesai dengan konflik, Aceh memiliki harapan besar terhadap presiden saat ini. Perhatian besar dari pemerintah pusat diharapkan mampu mengobati luka masa lalu. Namun sebaliknya, jika janji tinggal janji, maka justru akan membuat masyarakat semakin tidak percaya kepada pemimpin saat ini. Namun kita berharap hal ini tidak terjadi. []