Dugaan Korupsi di Unsyiah, MaTA Minta Pemerintah Evaluasi Dana Bantuan Kampus

BANDA ACEH – Terkait dugaan korupsi yang terjadi di Kampus Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendesak Pemerintahan Aceh untuk mengevaluasi dana bantuan untuk kampus.

Hal tersebut disampaikan oleh Baihaqi, Koordinator Advokasi Korupsi dan Monitoring Peradilan MaTA, kepada The Atkeh Post, melalui rilis yang diterima pada Kamis, 27 September 2012.

“Ini penting dilakukan, agar dana yang diberikan yang bersumber dari APBA tidak disalahgunakan oleh kampus,” kata Baihaqi. Menurutnya tidak tertutup kemungkinan dugaan tindak korupsi juga terjadi di kampus lain di Aceh yang mendapat bantuan dari Pemerintah Aceh.

 

Selain kepada Pemerintah Aceh, Baihaqi juga mengharapkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk mengawasi pemberian bantuan kepada kampus dan mendorong percepatan pengungkapan kasus dugaan korupsi di Unsyiah.

Menurutnya, kasus yang terjadi di Unsyiah harus menjadi pembelajaran bagi Pemerintah Aceh dan DPRA dalam menyalurkan anggaran kepada perguruan tinggi di tahun-tahun mendatang.

Kepada Kejaksaan Tinggi Aceh yang sedang mengusut dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan beasiswa di Unsyiah, MaTA mendesak agar segera mempercepat pengungkapan kasus dan segera menetapkan tersangka serta menelusuri seluruh dana beasiswa tersebut.

“Pengungkapan kasus ini tidak hanya untuk booming issue, namun harus mengungkapkan secara tuntas agar ada efek jera bagi oknum-oknum yang terlibat,” ujar Baihaqi.

Terbongkarnya kasus dugaan korupsi dana beasiswa di Unsyiah telah mendapat perhatian dari banyak pihak, salah satunya adalah MaTA, salah satu LSM anti korupsi yang ada di Aceh.[] (ihn)

  • Uncategorized

Leave a Reply