Dubes Bangladesh Data Warganya di TPI Kuala Cangkoi

Dubes Bangladesh Data Warganya di TPI Kuala Cangkoi

LHOKSUKON – Duta Besar (Dubes) Bangladesh untuk Indonesia, MD Nazmul Quainine, mengunjungi warganya yang berada di penampungan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, Sabtu 16 Mei 2015. Ia tiba pukul 10.00 WIB dan meninggalkan lokasi pukul 14.00 WIB.

Sebelumnya, MD Nazmul Quainine menghadiri jamuan sarapan pagi di Pendopo Bupati Aceh Utara. Jamuan tersebut dihadiri unsur Muspida plus, staf ahli Imigrasi, International Organization for Migration (IOM) dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), serta sejumlah organisasi kemanusiaan lainnya.

Pantauan portalsatu.com di lokasi, saat tiba di Kuala Cangkoi, Dubes Bangladesh tersebut langsung menemui warga negaranya di salah satu camp yang telah disediakan. Imigran asal Bangladesh yang ada di lokasi menyambut kedatangan Dubes dengan suka cita. Mereka tersenyum seraya melambaikan tangan.

Dalam camp tersebut, Dubes meminta maaf karena kedatangan warganya yang telah merepotkan semua pihak di Aceh, khususnya Pemkab Aceh Utara. Ia berjanji akan segera memulangkan warga negaranya.

Dubes MD Nazmul mengatakan ada banyak kesamaan antara warga negaranya dengan warga Aceh, khususnya dari segi agama, warna kulit dan wajah. Sehingga sulit membedakan jika telah berbaur. Ia berbicara dengan warga negaranya menggunakan bahasa Bangladesh yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh salah satu petugas imigrasi.

Dalam proses pendataan, Dubes meminta secara bertahap per 20 orang warganya untuk masuk ke salah satu bangunan yang dijadikan sebagai barak warga Bangladeh. Setelah didata nama dan alamat di negara asalnya, mereka juga difoto untuk dokumen. Hal itu dilakukan agar tidak ada warga negara lain yang mengaku sebagai warga Bangladesh.

Saat proses pendataan berlangsung, sempat terjadi keributan kecil yang dilakukan oleh Muhammad Butu, 22 tahun, salah seorang warga Bangladesh. Muhammad Butu menerobos antrian dan langsung masuk ke dalam barak sebelum gilirannya dipanggil. Alhasil, ia terpaksa diamankan petugas imigrasi dan kepolisian setempat.

Berdasarkan hasil pendataan Dubes Bangladesh untuk Indonesia, diketahui jumlah total warganya yang berada di penampungan TPI Kuala Cangkoi sebanyak 238 orang. Semuanya berjenis kelamin laki-laki.

Usai mendata Dubes MD Nazmul duduk di tenda informasi milik Pemkab Aceh Utara. Hadir di lokasi Kepala Kantor Imigrasi kelas II Lhokseumawe Muhammad Akmal, Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi, Sekda Kabupaten Aceh Utara Drs Isa Ansyari, Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Inf Iwan Rosandriyanto dan lainnya.

Setelah berbincang-bincang, Dubes berjalan menuju lokasi dapur umum untuk melihat langsung warganya yang sedang mengantri mengambil jatah makan siang. Bahkan Dubes sempat melihat warganya yang terlebih dahulu mencuci tangan menggunakan sabun sebelum mengantri mengambil jatah makannya.

Kemudian Dubes MD Nazmul berpamitan kepada pihak imigrasi dan semua unsur yang ada di lokasi. Sekitar pukul 14.00 WIB, dia minta izin kembali ke Hotel Lido Graha Lhokseumawe.[](bna)

Foto: Dubes Bangladesh untuk Indonesia, MD Nazmul Quainine (baju ungu) berbicara dengan warganya di TPI Kuala Cangkoi, Lapang, Aceh Utara.

Leave a Reply