Dua Tersangka Sabu 14,4 Kilogram di Aceh Utara Mengaku Diupah Rp 70 Juta

DUA dari empat tersangka dalam kasus penyelundupan 14,4 kilogram sabu senilai Rp 15 Milyar yang ditangkap di jalan Medan – Banda Aceh, Desa Cempedak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Sabtu 14 Februari 2015 lalu, mengaku diupah Rp 70 juta.

Hal itu disampaikan Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi, melalui Kasat Narkoba AKP Mukhtar kepada atjehpost.co, Senin 16 Februari 2015. Dikatakan, dua tersangka itu asal Langsa itu juga mengaku berstatus sebagai suami istri.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, dua tersangka asal Langsa mengaku berstatus suami istri. Keduanya juga mengaku diupah Rp 70juta untuk mengantarkan sabu itu kepada toke di kawasan Aceh Tamiang,” ujarnya.

Ditambahkan, dua tersangka lainnya yang berasal dari Aceh Timur hingga saat ini masih menjalani proses pemeriksaan. Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan pengembangan.

“Sabu itu diselundupkan dari Malaysia dan diangkut dengan menggunakan boat dari jalur laut oleh dua tersangka asal Aceh Timur. Sedangkan dua tersangka dari Langsa bertugas menjemput dengan mobil dari jalur darat dan menyerahkan ke tokenya,” jelas AKP Mukhtar.

Saat ini, empat tersangka telah diamankan di Polres Aceh Utara. Demikian juga barang bukti sabu seberat 14.440 gram/bruto atau setara 14,4 kilogram dengan nilai Rp 15 Milyar. Selain itu, turut diamankan barang bukti lainnya berupa satu unit mobil Daihatsu Xenia BL 968 F dan empat unit handphone milik tersangka.

Seperti yang diketahui, Tim gabungan Kodim 01/03 Aceh Utara dan Polres Aceh Utara berhasil menciduk empat bandar sekaligus pengedar sabu di jalan Medan – Banda Aceh, Desa Cempedak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Sabtu 14 Februari 2015 sekitar pukul 07.00 WIB.  Turut diamankan barang bukti 18 paket sabu dengan berat 14.440 gram/bruto atau setara 14,4 kilogram.

Empat tersangka masing-masing, Muzakir, 20 tahun dan Ramli, 49 tahun, keduanya warga Gampong Caleuk Geulimah, Kecamatan Idi Rayek, Aceh Timur. Lalu, Herman, 48 tahun, warga Gampong Sungai Paoh, Kecamatan Langsa Barat, Langsa, serta Nani Andriani, 39 tahun, warga Gampong Jawa Tengah, Kecamatan Langsa Kota, Langsa.[]

 

  • Uncategorized

Leave a Reply