Dr. Husaini: Situs Lamuri Tak Terurus dan Rusak

KONDISI situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, tidak terurus dan berserakan.

Menurut Ketua Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya (PPISB) Unsyiah, Dr. Husaini Ibrahim, M.A, situs bersejarah seluas 300 hektar ini sudah terbengkalai dan tidak terurus.

"Hasil penelitian kami saat ini, banyak sekali situs Lamuri ini yang sudah rusak dan sudah tidak terurus lagi. Kondisi situs ini juga sudah tidak insitu, artinya sudah berpindah ke tempat lain," ujar Dr. Husaini kepada Atjehpost.co via telepon seluler, Minggu, 28 September 2014. Saat bersamaan, Dr. Husaini, mengaku sedang berada di Desa Lamreh, Aceh Besar,  guna melakukan penelitian.

Menurutnya, ratusan batu nisan bertulisan Arab Jawi yang telah berhasil mereka kumpulkan terlihat berserakan dimana-mana. Selain itu, ada juga tumpukan keramik dan gerabah yang sudah pecah-pecah dan patah.

Arkeolog Unsyiah ini juga menambahkan, adanya proses tarik menarik kepentingan antara masyarakat dengan kebutuhan penyelamatan benda cagar budaya telah mengakibatkan penanganan situs dan benda cagar budaya menjadi terhambat.

Selain itu, kata Husaini, minimnya pendataan menjadi titik lemah arkeolog dalam mengidentifikasi situs bersejarah dan benda cagar budaya yang dimiliki. Dari data yang masih mimin itu, banyak situs bersejarah dan benda cagar budaya yang dalam kondisi rusak.

Kata Husaini, kerusakan situs bersejarah ini juga disebabkan oleh faktor ketidakingintahuan masyarakat sendiri dalam melestarikan serta menjaga situs Lamuri.

Ia berharap perlu langkah bijak untuk mengantisipasi segala macam persoalan yang ada, tanpa harus merugikan masyarakat yang sudah terlanjur berada di kawasan situs bersejarah.

Menurutnya, pelestarian situs dan benda bersejarah perlu melibatkan pakar ahli yang memberikan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat menjadi kunci utama upaya penyelamatan situs bersejarah kerajaan Lamuri tersebut.

Husaini mendesak kepada Pemerintah Aceh untuk terus melestarikan budaya dan menjaga situs Lamuri ini dengan baik agar kondisi situs Kerajaan Aceh ini tetap terjaga dengan baik.

"Ini belum lagi kurangnya keseriusan pemerintah Aceh dalam membantu melestarikan situs Lamuri sebagai cikal bakal kerajaan Aceh ini sehingga banyak sekali kami temukan dalam kondisi rusak, apalagi situs ini merupakan cikal bakal kerajaan Aceh dahulu,” ujarnya lagi.

  • Uncategorized

Leave a Reply