DPR Aceh Sikapi Tuntutan Bahasa Aceh dalam Qanun Wali Nanggroe

BANDA ACEH – Badan Musyawarah atau Banmus DPR Aceh tanggapi aksi protes massa dari Gayo dan Fraksi Golkar terkait Rancangan Qanun atau Raqan Wali Nanggroe, Jumat 2 November 2012.

Wakil Ketua DPR Aceh, Amir Helmi mengatakan dalam Banmus diputuskan, bahasa Aceh yang dimaksud pada ayat tersebut bisa salah satu dari ragam bahasa yang ada di Aceh. Maksud bahasa Aceh tersebut terdiri dari bahasa Aceh pesisir, Gayo, Alas, Singkil, Aneuk Jamee dan Simeulue.

“Dan keputusan ini sudah kita masukkan dalam rancangan qanun. Hal ini dimaksud karena kelembagaan Wali Nanggroe milik bersama,” kata dia.

Selain mambahas tentang poin itu, pihaknya juga membahas sejumlah pendapat-pendapat fraksi pada Banmus tadi.

"Sehingga menghasilkan keputusan terkait sejumlah pasal dan ayat yang ada dalam empat qanun tersebut."(bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply