DPR Aceh: Pemerintah Pusat janji tuntaskan RPP dan peraturan presiden

NEGOSIASI bendera dan lambang Aceh antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Aceh kemungkinan besar akan memasuki tahapan cooling down tahap dua. Namun Pemerintah Pusat berjanji akan segera menuntaskan semua aturan turunan UUPA sesuai dengan hasil MoU Helsinki.

Hal ini diungkapkan oleh anggota DPR Aceh dan juru runding bendera Aceh, Abdullah Saleh, kepada ATJEHPOSTcom, Selasa sore, 9 Juli 2013.

“Jadi cooling down mungkin berlanjut. Kita fokus pada penyelesaian aturan turun UUPA, RPP dan peraturan presiden yang belum terwujud. Ini amanah dari MoU Helsinki,” kata  Abdullah Saleh.

Menurutnya, Pemerintah Pusat telah berjanji untuk segera menuntaskan persoalan ini. Sedangkan DPR Aceh akan mengawal hal tersebut hingga terwujud.

“Sesuai dengan amanah UUPA juga, setiap RPP dan peraturan presiden yang berhubungan dengan Aceh, harus dikonsultasikan dengan Pemerintah Aceh,” kata politisi Partai Aceh ini.

Sebelumnya diberitakan, musibah gempa yang melanda Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah membuat masa cooling down negosiasi bendera dan lambang Aceh berlanjut.

Ya bisa jadi seperti itu. Kita sedang berduka, jadi kemungkinan waktu cooling down masuk tahap 2,” kata Abdullah Saleh.

Menurutnya, Pemerintah Aceh akan fokus pada penanggulangan bencana pasca gempa yang terjadi pada Selasa 2 Juli 2013 lalu.

Perhatian terbesar saat ini sedang tercurahkan untuk persoalan tersebut, terutama membangkitkan kembali ekonomi masyarakat pasca bencana.

Menurut dia, jika berpatok pada keputusan cooling down sebelumnya. Jadwal cooling down berlaku dari April hingga 17 Juli mendatang. Cooling down sebelumnya disepakati lebih kurang selama 90 hari.

Namun, massa atau waktu cooling down ini bisa saja ditambah nantinya sesuai dengan kesepakatan bersama antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Aceh. “Jadi bisa jadi ada cooling down lagi,” kata politisi Partai Aceh ini.[] (mrd)

  • Uncategorized

Leave a Reply